Breaking News:

Berita Kalteng

Tahun 2021 BKSDA Kalimantan Tengah Sudah Tiga Kali Melakukan Pelepasliaran Orangutan

Pelepasliaran 8 Orangutan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya DAS Hiran Kabupaten Katingan, Selasa (14/12/2021)

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Nur Patria Kurniawan saat diwawancarai sebelum pelepasliaran Orangutan, Selasa (14/12/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Sebanyak  delapan Orangutan dilepasliarkan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya DAS Hiran Kabupaten Katingan, Selasa (14/12/2021)

Orangutan yang dilepas terdiri dari empat  jantan dan empat betina. Pelepasliaran delapan orangutan tersebut merupakan pelepasliaran ketiga dalam tahun 2021.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Tengah, Nur Patria Kurniawan memberikan penjelasan mengenai pelepasliaran Orangutan.

Pada tahun ini BOS Foundation sudah 3 kali melepasliarkan Orangutan.

“Pada Februari sebanyak 4 Orangutan, Juni sebanyak 7 Orangutan, dan Desember sebanyak 8 Orangutan yang dilepasliarkan. Semoga tahun depan kita bisa melepasliarkan lebih banyak Orangutan ke habitatnya,” ujar Nur Patria Kurniawan.

Baca juga: Oknum Mantan Pegawai Harian Lepas Satlantas Polres Kapuas Ditangkap Diduga Membuat SIM Palsu

Baca juga: Tongkang Angkutan Bauksit Sepi Lewat Sungai Mentaya Sampit Jelang Larangan Ekspor Bahan Mentah

Baca juga: Potensi Pertanian dan Budidaya Ikan Kota Palangkaraya Dinilai Anggota DPR-RI Cukup Menjanjikan

Namun untuk keseluruhan sebanyak 38 kali pelepasliaran Orangutan sudah dilakukan.

Pelepasan Orangutan tidak bisa dilakukan sembarangan.

Orangutan sebelum dilepasliarkan harus melalui tahap rehabilitasi.

Primata tersebut harus direhabilitasi selama 5-15 tahun terlebih dahulu.

“Orangutan yang diserahkan oleh warga dan sakit harus dirawat terlebih dahulu. Selain itu kebiasaan Orangutan yang dipelihara akan lebih sulit dilepas ke habitatnya,” jelas Nur Patria Kurniawan.

Ia juga menambahkan berbeda dengan Orangutan yang diselamatkan dari hutan, akan lebih cepat masa rehabilitasnya.

Selain itu, Orangutan juga tidak berdiam di satu tempat yang sama.

“Mungkin Orangutan lebih senang tinggal di dekat sungai atau dekat dengan pemukiman masyarakat,” jelasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved