Berita Palangkaraya
Mahasiswa Kimia UPR Raih Dua Medali Dalam Event World Young Inventors Exhibition ITEX 2021
Mahasiswa Universitas Palangkaraya, mengharumkan perguruan tinggi dan Provinsi Kalimantan Tengah dengan menyabet dua medali di kancah internasional.
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Mahasiswa Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah menorehkan prestasi mengharumkan nama perguruan tinggi dan Provinsi Kalimantan Tengah dengan menyabet dua medali di event Internasional.
Dua tim dari program studi Kimia, mengikuti kompetisi di kancah internasional dan berhasil meraih medali emas dan medali perak dalam event World Young Inventors Exhibition (WYIE) pada ITEX 2021.
Tim pertama yang beranggotakan Elda Alyatikah, Ria Safitri, Reliana Romaito Sitinjak, Geni Kristina dan Ni Wayan Prema Mulia Sari membawa judul ”Sinthesis and Characterization of TiO2-Fe2O3 composite as Photocatalyst for Pear Water Treatment” berhasil meraih silver medal atau medali perak.
Tim ini membuat inovasi terkait penjernihan air gambut yang ada di kalimantan tengah. Diketahui bahwa masih banyak di daerah terpencil masih memanfaatkan air gambut dalam memenuhi kebutuhan akan air di kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Badan Kesbangpol dan FKUB Barito Kuala Kalsel Kunjungi Badan Kerbangpol Kapuas
Baca juga: Kejuaraan Tenis Meja Bupati Kapuas Cup Diikuti 147 Atlet dari Lima Provinsi
Baca juga: Pernikahan Fairid Naparin, Dishub Palangkaraya-Banjarmasin Akan Kawal Akad Nikah
Air gambut merupakan air yang belum layak dikonsumsi dan belum memenuhi kebutuhan air bersih yang distandarkan oleh Permenkes. Oleh karena itu, tim ini mengangkat inovasi mengenai penjernihan air gambut tersebut.
Sedangkan tim kedua yang beranggotakan Tiara C Sinaga, Elfrida Roulina Simanjuntak, Sari Namarito Simarmata, Renita Tambunan dan Raymond Thymotimannuel.
Mereka membawa judul “Potential of SiO2 from Kaolinite Clay for Adsorption of Methylene Red Waste” berhasil meraih gold medal atau medali emas dalam ajang tersebut.
Mahasiswa ini, memanfaatkan potensi lokal Kalimantan tengah yaitu Kaolinite Clay sebagai sumber material adsorben sebagai inovasi mereka untuk mengadopsi limbah metil merah.
Kedua tim dari program studi Kimia tersebut, dibimbing oleh dosen jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangkaraya Rendy Muhamad Iqbal.
Kegiatan ini diselenggarakan Malaysian Inventors Design Society (MINDS) bekerja sama dengan Indonesian Invention and Inovation Promotion Association (INNOPA) yang dilaksanakan secara online.
Event WYIE ini diikuti oleh seluruh negara yang ada di dunia beberapa diantaranya yaitu dari Malaysia, India, Thailand, Qatar Saudi Arabia, Ukraine, Hong Kong, Vietnam, Taiwan, dan Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan secara online dimulai dari kegiatan administrasi pada tanggal 13 sampai 30 Oktober 2021 dan pengumpulan karya berupa Full Paper, Poster, dan Video, analisis SWOT yang terakhir dikumpulkan pada tanggal 10 November 2021.
Kemudian pada tanggal 9 Desember 2021 dilaksanakan sesi presentasi dan tanya jawab dengan surasi waktu selama 10 menit yang diuji langsung oleh 2 juri.
Setelah melewati berbagai proses, akhirnya di tanggal 14 Desember 2021 kedua tim dari Prodi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam berhasil mendapatkan medali perak dan medali emas.
Rendy Muhammad Iqbal, dosen pembimbing mahasiswa bersyukur, karena dukungan banyak pihak tim yang dimbingnya mampu terus meraih prestasi di kancah nasional dan internasional.
Baca juga: Identitas Ibu Pembuang Bayi Perempuan di Baamang Kotim Terungkap Karena Terekam CCTV
Baca juga: Terancam 7 Tahun Penjara, Ini Alasan Tersangka Buang Bayi Perempuannya di Kotim