Sholawat Nabi

Kisah Seorang Sufi dan Kumpulan Sholawat Mudah Dihafal untuk Bahagia di Dunia & Akhirat

Banyak hikmah yang bisa didapatkan dari sholawat yang sudah terlihat pada zaman dulu dan hingga sekarang

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa
Ilsutrasi kumpulan sholawat untuk kebahagiaan dunia akhirat dan kisah seorang sufi tentang hikmah sholawat 

TRIBUNKALTENG.COM - Berikut kisah seorang sufi tentang makna sholawat dan kumpulan sholawat yang mudah dihafal untuk kebahagiaan dunia dan akherat.

Bila diamalkan secara istiqomah, sholawat memiliki keutamaan yang luar biasa.

Banyak ulama yang menyarankan untuk melantunkan sholawat atau Sholawat Nabi karena selain untuk selalu mengingat Allah SWT dan Rasulullah SAW, bisa menenangkan hati yang gelisah dan insya Allah bahagia dunia akhirat

Sholawat Nabi bisa diamalkan setiap saat sehingga pahalanya pun berlipat ganda.

Baca juga: Sholawat Tasmauni Robbah untuk Sejukkan Hati Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Arti, Simak Videonya

Baca juga: Sholawat Al Fatih Versi Asli dan Lirik Viral di TikTok, Amalan Selamat dari Api Neraka, Simak Video

Banyak hikmah yang bisa didapatkan dari sholawat yang sudah terlihat pada zaman dulu dan hingga sekarang

Ada satu riwayat yang menceritakan hikmah Sholawat Nabi, sebagai berikut:

Salah seorang tokoh sufi memiliki tetangga yang pemabuk.

Kegemarannya menenggak minuman keras sudah di luar kewajaran, melebihi batas, hingga ia tidak bisa membedakan hari, sekarang, besok atau kemarin.

Ia hanyut dalam minuman keras.

Pemabuk itu sudah berulang kali diberi nasihat oleh sang sufi agar bertobat, namun ia tidak menerimanya, tetap dengan kebiasaan mabuknya.

Yang menakjubkan adalah saat pemabuk tersebut meninggal dunia, dijumpainya oleh sang sufi dalam sebuah mimpi.

Ia berada dalam derajat yang luar biasa mulia, ia memakai perhiasan berwarna hijau, lambang kebesaran dan kemegahan di surga.

Sang sufi terheran-heran, ada apa gerangan? Mengapa tetangganya yang seorang pemabuk mendapat kedudukan semulia itu.

Sang sufi bertanya:  بِمَا نِلْتَ هَذِهِ الْمَرْتَبَةَ الْعَلِيَّةَ  Artinya: “Dengan sebab apa engkau memperoleh derajat yang mulia ini?”

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved