Berita Kaltim

Diduga Sakit, Seorang Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos di Samarinda

Lelaki paruh baya bernama Sandi (57) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, kuat dugaan meninggal karena sakit terdapat obat-obatan di kamar

Tayang:
Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Sandi (57) ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Jalan Damai, RT 51, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu Senin (1/11/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA – Lelaki paruh baya bernama Sandi (57) ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kosnya di Damai, RT 51, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (1/11/2021).

Berdasarkan identitasnya pria tersebut tinggal di Jalan DI Panjaitan, RT 34 Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

Siska (39), selaku pemilik kos menerangkan, korban sudah berada di sana sejak Sabtu (30/10/2021) sore dan berencana akan kembali ke kampung halamannya di Lamongan, Jawa Timur.

"Memang korban dibawa dari rumah singgah kanker Samarinda ke sini (kos). Katanya nunggu kapal untuk pulang kampung (ke Lamongan, Jawa Timur)," jelas Siska kepada TribunKaltim.co (Tribun Network).

Selama berada di sana, lanjutnya, korban tidak pernah keluar dari kamar kos dan memang tidak pernah bersapa langsung dengan seluruh penghuni kos lainnya.

"Tiap hari cuma ada relawan yang bawakan makanan buat dia (korban). Nah, sore ini tiba-tiba dibilang meninnggal kaget juga, enggak tahu sakit apa," tuturnya.

Sementara itu, Rezaldi (37), salah seorang relawan asal Bontang yang biasa mengurus korban menerangkan, lelaki paruh baya tersebut memang sudah lama menderita TBC dan sempat dirawat di RSUD AW Syahranie selama seminggu, dan baru keluar pada Jumat (29/10/2021).

Baca juga: Warga Samarinda Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Kota Baru Kalsel

Baca juga: Dua Sekawan Diringkus Satresnarkoba Samarinda Kedapatan Bawa Sabu

Kemudian, setelah sempat di rumah singgah kanker Samarinda, korban dibawa ke kos tersebut dan menunggu kapal untuk pulang ke Pulau Jawa pada 7 November 2021 mendatang.

Selain menderita TBC, korban juga diketahui sudah lumpuh sejak 6 bulan lalu.

Korban juga tidak bisa lagi mengonsumsi makanan apapun, kecuali susu kalengan dan sejumlah obat-obatan.

"Tadi jam 12 siang saya mau bawakan makanan, kirain tidur, pas saya pegang tangannya sudah dingin dan langsung panggil bantuan," tutur Rezaldi kepada media.

Mendengar hal tersebut, Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda, bersama Relawan Inafis dan TIM CSI dan PMI Kota Samarinda beserta para relawan mendatangi lokasi penemuan korban.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena melalui Kasubnit Inafis Aipda Harry Cahyadi menerangkan korban akan langsung dibawa ke RSUD AW Syahranie untuk keperluan visum.

Baca juga: Banjir di Samarinda Mencapai 70 Sentimeter, Warga Sempaja Timur Mengungsi

Selain mengevakuasi korban, Aipda Harry Cahyadi juga menerangkan, pihaknya turut mengamankan obat-obatan, beberapa kaleng susu siap minum dan alat bantu pernafasan korban.

"Kalau obat-obatannya memang untuk sakit batuk semua. Dari hasil olah TKP awal kita ketahui korban sudah meninggal kurang lebih dua jam lalu," jelasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved