Berita Palangkaraya
Diduga Tersengat Listrik, Seorang Pria Pingsan saat Memasang Bohlam Lapangan Futsal
Roni (23) pingsan di atas lapangan Futsal Kariraman saat hendak memperbaiki bohlam, dugaan awal dikira tersengat listrik dan segera dievakuasi ERP
Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Seorang pria pingsan saat hendak memasang bohlam di lapangan Futsal Kariraman, pada Sabtu (16/10/2021).
Tepatnya di Jalan Kariraman 1, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Roni (23) pada pukul 11.35 WIB sedang memasang bohlam di Lapangan Kariraman Futsal.
“Korban masih memasang bohlam, saat saya datang sekitar pukul 11.40 WIB, korban sudah terbaring di jaring atas lapangan,” ucap saksi mata, Telep.
Setelah mengetahui Roni terbaring di jaring atas alpangan, Telep mencoba memanggil korban.
“Saya coba panggil korban, karena saya pikir dia sedang tidur. Beberapa kali saya panggil ternyata tidak menyahut,” kata Telep.
Baca juga: 20 Objek Secara Bertahap Ditetapkan Wali Kota Palangkaraya Sebagai Cagar Budaya
Baca juga: Penerapan New Normal di Kota Palangkaraya, Ini Kata Fairid Naparin
Telep langsung bergegas menghubungi tim Emergency Response Palangkaraya (ERP).
Sesampainya di Kariraman Futsal, tim Emergency Response Palangkaraya langsung mengevakuasi korban.
“Tim yang datang ke lokasi, langsung bergegas menurunkan korban,” jelas Ketua ERP Jean Steve Austen.
Saat mengetahui Roni sedang memasang bohlam lapangan, tim ERP takut jika korban tersengat listrik.
“Dugaan awal tim takut korban terkena sengatan listrik saat memasang bohlam,” ujarnya.
Dibantu oleh LazizMU Kalteng dan warga di sekitar lokasi, penanganan korban berlangsung selama 35 menit.
Baca juga: Kota Palangkaraya Bakal Diguyur Hujan Ringan Hingga Sedang pada Siang dan Malam Hari Ini
Baca juga: 70 Pegawai Dishub Kota Palangkaraya Jalani Tes PCR, 2 Orang Positif Covid-19
“Karena banyak yang membantu proses penanganan, korban dapat dengan cepat di tangani,” ucap Jean Steve Austen.
Jelas Jean Steve Austen, Roni saat memasang bohlam pada lapangan sedang tidak enak badan.
diberikan pertolongan pertama, lalu diantarkan kembali ke kediamannya di Jalan Kalimantan.
“Korban mengalami tidak sadarkan diri (singkop). Terlebih saat memasang bohlam korban tidak dalam kondisi sehat,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/erp-23.jpg)