Breaking News:

Penerapan New Normal di Kota Palangkaraya, Ini Kata Fairid Naparin

Penerapan New Normal atau Kenormalan Baru di Kota Palangkaraya, Ini Kata Fairid Naparin

Penulis: Fathurahman | Editor: rendy nicko
istimewa
Meski tidak lagi diberlakukan PSBB dan diganti dengan Pembatasan Sosial Kelurahan Humanis, aturan malah tambah diperketat dengan mewajibkan pengendara semua jenis mobil dan sepeda motor wajib pakai surat kesehatan bebas Covid-19. 

TRIBUNKALTENG.COM - Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, termasuk salah satu Kota dari 25 kabupaten dan Kota se Indonesia yang akan menerapkan New Normal atau penormalan baru yang rencana pelaksanaannya sudah diatur akan dimulai Bulan Juni 2020 ini oleh pemerintah pusat

Namun, ini harus melihat beberapa indikasi dahulu sebelum ditetapkan oleh daerah yang telah diberikan kepercayaan dalam melakukan penormalan baru tersebut.

Pasalnya, warga Palangkaraya belum semuanya mau menerapkan penormalan baru, diakibatkan masih tingginya tingkat penyebaran Covid -19 di Kota Cantik tersebut.

Beberapa warga malah merasa waswas dengan rencana pelaksanaan new normal dalam masa Pandemi Covid-19 ini, karena banyak yang akan beranggapan akan terjadi seleksi alam dalam pelaksanaanya jika tidak siap.

"Harus benar-benar matang persiapannya jika memang akan dilakukan penormalan baru tersebut," ujar Heru Hidayat, tokoh muda Kalteng, Minggu (31/5/2020).

Ramalan Zodiak Cinta Senin 1 Juni 2020, Taurus Makin Serius dan Sagitarius Romantis

Ketua DPW PKS Kalteng, H Heru Hidayat, ini, mengatakan, rencana penerapan new normal harus dikaji secara mendalam dengan kajian ilmiah dan lebih pada substansi penyelesaian secara terukur, terstruktur dan teratur.

"Karena saat ini, ada tren kenaikkan penyebaran Covid-19 di Palangkaraya," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, menegaskan, pihaknya tidak serta merta menetapkan penormalan baru tersebut, jika penyebaran Civid-19 di Palangkaraya masih terjadi.

"Bukan hanya itu. Ini masih dipersiapkan dan dikaji, dari epidemologi maupun kajian akademisnya, sehingga saat ini masih dalam persiapan," ujarnya

Lebih jauh Fairid, mengatakan, pihaknya mengeluarkan surat edaran adanya larangan berkerumun dalam satu tempat, seperti tempat wisata yang bisa memunculkan kerumunan warga, untuk warung makan maupun restoran boleh buka tapi take away atau dibungkus tidak makan di tempat, fasilitas publik yang bisa memunculkan kerumunan manusia dilarang.

"Hingga saat ini kami belum melaksanakan new normal tersebut, karena masih melakukan kajian-kajian untuk penerapannya. Saya juga sudah melakukan perundingan dengan BNPB Pusat terkait rencana penerapan tersebut, tapi saya jelaskan kita masih melakukan kajian-kajian terlebih dulu," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman   Editor : Rendy Nicko)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved