Breaking News:

Berita Kotim

Beruang Madu Liar Tiga Kali Nyasar ke Permukiman Warga di Jalan Setiaji Lingkar Luar Sampit

Warga yang bermukim di Jalan Setiaji Kelurahan Baamang Barat Lingkar Luar Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur was-was keluar rumah karena ada beruang

Editor: Fathurahman
faturahman/tribunkalteng.com
Iwan warga Jalan Setiaji Lingkar luar Jalan Soekarno Kelurahan Baamang Barat Kecamatan Baamang Sampit saat menjelaskan ukuran beruang yang berkeliaran di sekitar tempat tinggalnya, Sabtu (16/10/2021).       

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Warga yang bermukim di Jalan Setiaji Kelurahan Baamang Barat Lingkar Luar Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah was-was keluar rumah malam hari.

Pasalnya, dua ekor beruang madu cukup besar kerap datang ke permukiman warga setempat mencuri tanaman buah nenas milik warga yang ada di sekitar rumah.

Beruang madu tersebut juga sudah tiga kali datang ke sekitar rumah warga memakan sampah bekas makanan yang dibuang di bagian belakang rumah atau di tempat pembuangan sampah.

Pak Iwan salah satu warga Setiaji, Sabtu (16/10/2021) mengaku sudah tiga kali melihat sepasang beruang madu tersebut datang malam hari di belakang rumahnya.

Baca juga: Perbaiki Atap Rumah, Ketua RT di Baamang Sampit Ini Tersengat Listrik Hingga Luka Bakar di Dada

Baca juga: 150 Pengendara Tertib Berlalulintas di Sampit Jadi Target Vaksinasi Massal Polres Kotim

Baca juga: Pengusaha Bisnis Hotel di Sampit Kembali Semangat, BPS Kalteng: Jumlah Tamu Menginap Meningkat

"Sudah tiga kali kami melihat beruang madu tersebut berkeliaran di belakang rumah pada malam hari sekitar pukul 23.00 Wib," ujarnya.

Iwan mengatakan, beruang madu tersebut ada ciri khasnya jika datang ke permukiman rumah warga  yang didominasi kawasan semak tersebut.

"Biasanya dua ekor atau sepasang beruang madu itu datangnya malam hari. Ada bunyinya saat binatang itu datang  mencari makanan di permukiman warga sini,"terangnya.

Iwan dan istrinya saat disambangi Tribunkalteng com, mengaku takut jika ada beruang nyasar ke sekitar rumahnya.

"Belakangan ini belum terlihat disini, tapi kadang binatang itu bisa saja muncul tiba-tiba, kami  takut keluar jika binatang itu muncul malam hari,"ungkapnya. 

Iwan mengakui, dia sudah beberapa kali di datangi petugas BKSDA Sampit yang memintanya tidak mendekat jika ada beruang madu di sekitar tempat tinggalnya.

Belum lama ini beruang madu tersebut makin dekat ke permukiman rumah warga perkotaan di Sampit. Terakhir beruang muncul di Jalan Pramuka Kelurahan Sawahan Kecamatan Mentwa Baru Ketapang Sampit.

Karena beruang belum tertangkap oleh petugas dari  instansi terkait. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved