Selebrita
Panji Petualang Ingatkan Bahaya, Soal Heboh Temuan Ular Weling di Minimarket Klaten
Temuan ular weling di Klaten-Jatinom, Desa/Kecamatan Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Panji Petualang ingatkan soal bahaya. Ini kata si pemilik Garaga.
Di antara ular Elapidae, ular welang termasuk pasif dan cenderung jinak.
Berbeda dengan ular king kobra yang sangat agresif.
"Di antara jenis elapidae, memang jenis bungarus termasuk ular yang pasif, tidak seperti king kobra yang sangat agresif, bungarus cenderung jinak," kata Panji Petualang.
Namun, tetap saja ancaman gigitan ular berbisa itu tak bisa dielakkan.
Apalagi jika ular weling merasa terusik atau terancam.
Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta 2 Oktober 2021, Kabar Al Kecelakaan Picu Reaksi Amanda Manopo Saat Jadi Andin
Saat sang ular berada dalam kondisi terancam, maka akan lansgung melakukan gigitan.
"Namun ketika mereka merasa terusik dan terancam, mereka tak akan segan menggigit," katanya.
Panji Petualangan menyebut, ular weling memang sulit ditebak.
Ular tersebut disebut nyaris mirip dengan ular paling mematikan di dunia, yakni ular laut.
"Ular weling, berbisa namun pasif, aktif di malam hari, hampir mirip ular paling mematikan di dunia yaitu ular laut, namun merek asulit ditebak," katanya.
Ia pun menyebut, secara umum ular berbisa itu sudah memiliki bisa ular sejak menetas dari telurnya.
Hal inilah yang perlu diwaspadai.
Gigitan ular berbisa kecil, termasuk ular weling jauh lebih mematikan.
"Sejak menetas dari telur, ular berbisa sudah berbisa bahkan gigitannya justru lebih berbahaya drai ular lebih besar," kata Panji Petualang.
Hal ini disebabkan ular yang masih kecil belum bisa mengontrol bisa dalam tubuhnya.