Breaking News:

Banjir Bukit Rawi

Tarif Travel ke Buntok dan Tamiang Layang Naik, Dampak Banjir Bukit Rawi

Banjir Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Pulang Pisau mengakibatkan naiknya tarif jasa angkut travel ke daerah Buntok dan Tamiang layang

Penulis: Yonathan | Editor: Sri Mariati
Yonathan/Tribunkalteng.com
CV Bintang Timur Travel di Jalan Yos Sudarso, selain mengangkut penumpang juga menerima pengiriman barang luar Kota Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Banjir Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Pulang Pisau berdampak kesemua sektor.

Diantaranya adalah naiknya tarif jasa angkut travel ke daerah Buntok dan Tamiang layang ataupun sebaliknya.

Sebelum terjadi banjir tarif travel Rp150.000, naik menjadi Rp200.000 per orang begitupun arah Tamiang Layang Rp200.000 kini menjadi Rp 250.000 per orang.

CV Bintang Baru Travel yang terletak di Jalan Yos Sudarso

Penjaga loket CV Bintang Baru Travel  Intan mengatakan, untuk harga tiket terpaksa dinaikkan dari tarif normal.

Ditambah biaya penumpang untuk naik kelotok, jadi saat menyeberang tidak bayar biaya kelotok lagi.

Baca juga: Jalur Palangkaraya-Buntok Ditutup, Tarif Travel Naik Rp 100 Ribu, Penumpang Estafet Pakai Kelotok

Baca juga: Banjir Bukit Rawi Pulang Pisau Bawa Berkah, Penghasilan Jasa Kelotok Capai Rp 10 Juta Sehari

“Terpaksa kita naikan dari sebelumnya, karena banjir di Bukit Rawi dan biaya penyeberangan penumpang,” ujarnya, saat diwawancarai Tribunkalteng.com, Kamis (23/9/2021).

Jelas Intan, meski Bukit Rawi terjadi banjir, amun travel masih beroperasional seperti biasa.

Hanya saja menggunakan sistem estafet. “Jadi penumpang dari arah Buntok naik kelotok menyeberang ke arah Palangkaraya, lalu disambut oleh mobil dari Palangkaraya dan sebaliknya,” bebernya.

Menurut gadis 18 tahun ini, sekarang ini jumlah penumpang travel tidak menentu dari biasanya.

Ditambah karena pandemi Covid-19 maka jumlah maksimal 5 orang satu mobil.

Baca juga: Petugas Satlantas Palangkaraya Ingatkan Sopir Travel Taat Aturan Lalu Lintas dan Protokol Kesehatan

“Kami mengikuti saran pemerintah mengikuti protokol kesehatan maksimal 5 orang saja,” kata Intan.

Apabila untuk pengiriman barang-barang besar tentu akan dikenakan tarif lagi luar tarif penumpang.

“Tapi apabila yang dikirimkan barang berupa dokumen, masih normal saja,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved