Banjir Kalteng

Jalur Palangkaraya-Buntok Ditutup, Tarif Travel Naik Rp 100 Ribu, Penumpang Estafet Pakai Kelotok

Banjir Kalteng, penutupan jalur Palangkaraya-Buntok berdampak pada kenaikan tarif travel, penumpang estafet pakai kelotok

Penulis: Fathurahman | Editor: Dwi Sudarlan
Polda Kalteng
Penumpang travel atau pengendara sepeda motor dari Palangkaraya ke Buntok atau sebaliknya, harus estafet menggunakan kelotok saat melintasi kawasan banjir di Bukit Rawi, Senin (13/9/2021) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Banjir Kalteng, penutupan jalur Palangkaraya-Buntok berdampak pada kenaikan tarif travel, penumpang estafet pakai kelotok.

Luapan Sungai Kahayan membuat Jalan Trans Kalimantan Poros Tengah Desa Bukit Rawi dan Penda Barania Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, terendam banjir sehingga tidak bisa dilewati kendaraan bermotor terutama mobil dan truk.

Imbasnya perjalanan harus dilakukan secara estafet menggunaka kelotok yang memakan waktu dan biaya lebih besar.

Karena itu pula pengelola travel jurusan Palangkaraya-Buntok atau Palangkaraya-Gunung Mas menaikkan tarif pengantaran.

Baca juga: Sungai Kahayan Meluap, Jalur Palangkaraya-Buntok Ditutup, Banyak Mobil & Truk Terjebak Banjir

Baca juga: Polwan Kasatlantas Polres Katingan Ini Terobos Banjir di Kasongan Atur Lalu Lintas Kendaraan

Baca juga: Banjir di Kalteng Meluas, Sungai Kahayan di Palangkaraya Mulai Meluap, Warga Masih Bertahan di Rumah

Tarif travel dari Palangkaraya ke Buntok, Barito Selatan atau Gunung Mas, naik Rp 100 ribu.

Menurut seorang pengguna travel dari Palangkaraya, Rahmad Hidayat mengatakan tarif travel ke Buntok sejak dua hari lalu naik Rp 100 ribu.

"Biasanya, sekali berangkat Rp 150 ribu, saat kondisi normal. Tapi sekarang naik Rp 100 ribu,  totalnya jadi Rp 250 ribu sekali berangkat dari Palangkaraya ke Buntok atau Gunung Mas," ujarnya.

Hamidan, seorang sopir travel jurusan Palangkaraya-Buntok, membenarkan, setelah Desa Bukit Rawi dan Desa Penda Barania dilanda banjir, tarif rute tersebut naik Rp 100 ribu per orang.

"Kami tidak bisa lagi mengantarkan penumpang langsung ke Buntok, tapi estafet untuk menghindari banjir dari Desa Penda Barania ke Desa Bukit Rawi sekitar 3 kilometer," ujarnya.

Penumpang travel atau pengendara sepeda motor dari Palangkaraya ke Buntok atau sebaliknya, harus estapet menggunakan kelotok saat melintasi kawasan banjir di Bukit Rawi, Senin (13/9/2021).
Penumpang travel atau pengendara sepeda motor dari Palangkaraya ke Buntok atau sebaliknya, harus estapet menggunakan kelotok saat melintasi kawasan banjir di Bukit Rawi, Senin (13/9/2021). (Polda Kalteng)

Hamidan mengatakan kenaikan tarif Rp 100 ribu dikarenakan ada tambahan ongkos menyeberangkan penumpang naik kelotok.

"Kami hanya mengantarkan penumpang sampai di lokasi banjir kemudian penumpang naik kelotok ke ke armada travel yang akan mengantarkannya ke Buntok atau Gunung Mas," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Lalulintas Polda Kalteng, Kombes Pol Rifki, mengatakan pihaknya memang menutup jalur kendaraan yang ingin melintasi lokasi banjir Desa Penda Barania.

Pasalnya, kedalaman air di Desa Penda Barania telah mencapai lebih dari lutut pria dewasa.

Kondisi itu mengakibatkan banyaknya kendaraan yang mogok akibat terjebak banjir.  

Kondisi tersebut, menyebabkan jalan trans Kalimantan di Desa Penda Barania sulit dilintasi, sehingga ditutup sementara waktu.

"Kami mengimbau masyarakat yang hendak melintasi Desa Penda Barania agar mengurungkan niatnya," ujar Kombes Pol Rifki. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved