Berita Kalsel
Sebelum Tangkap Kepala Dinas PU HSU Kalsel, Tim KPK Minta Restu ke 'Raja OTT' Harun Al Rasyid
Terungkap, sebelum melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) di HSU Kalimantan Selatan, tim KPK meminta restu kepada "Raja OTT" Harun Al Rasyid
TRIBUNKALTENG.COM - Terungkap, sebelum melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) di HSU Kalimantan Selatan, tim KPK meminta restu kepada "Raja OTT" Harun Al Rasyid.
Jabatan Harun Al Rasyid di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) adalah Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyelidik.
Namun, Harun Al Rasyid dinonaktifkan dari jabatannya akibat dinyatakan tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK)
Rabu (14/9/2021) malam hingga Kamis (15/9/2021) dini hari, KPK melakukan OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalteng.
Baca juga: Gembira Bupati Ditahan KPK, Warga 7 Hari Syukuran, Aksi Gundul dan Pasang Spanduk
Baca juga: Wakil Ketua KPK Dijatuhi Sanksi Potong Gaji, Tiap Bulan Lili Pintauli Masih Terima Rp 87 Juta
Baca juga: KPK OTT Anggota DPR 10 Besar Peraih Suara Terbanyak Hasan Aminudin dan Bupati Probolinggo
Salah satu orang yang terkena OTT KPK adalah Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum HSU, Maliki.
Saat ini Maliki dan sejumlah orang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Lembaga antirasuah belum mengumumkan status pihak yang diamankan dan kasus yang sedang diusut.
"Sekitar jam 8 malam kemarin, tim KPK berhasil mengamankan beberapa pihak dalam kegiatan tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kalimantan Selatan," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).
Restu "Raja OTT"
Terungkap, sebelum melakukan OTT di HSU itu, tim KPK meminta restu kepada "Raja OTT" Harun Al Rasyid.
Harun Al Rasyid mendapat julukan 'Raja OTT' dari Ketua KPK Firli Bahuri yang saat itu menjabat Deputi Penindakan pada 2018.
Dikarenakan pada tahun tersebut KPK sering melakukan OTT.
"Alhamdulillah anak-anak bisa menterjemahkan dan mentransformasikan apa yang sudah diwariskan oleh saya," Harun Al Rasyid dikutip dari Tribunnews.
Harun mengatakan saat awal kasus di Kalsel masuk penyelidikan, dirinya menegaskan perkara itu mudah 'dibungkus'.
Ia pun meminta timnya untuk lebih intensif mengontak informan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/ott-kpk-hsu.jpg)