Breaking News:

Berita Palangkaraya

6 Wanita Pembalap Liar Diamankan Polisi, Warga Ingin Hukuman Lebih Tegas Agar Jera.

6 Wanita pembalap liar diamankan polisi, warga ingin hukuman lebih tegas agar jera

Penulis: Fathurahman | Editor: Dwi Sudarlan
Polda Kalteng
Para pembalap liar di Palangkaraya, Kalteng, mendapat hukuman pembinaan dan tilang, warga berharap hukuman lebih tegas agar mereka jera 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - 6 Wanita pembalap liar diamankan, warga ingin hukuman lebih tegas agar jera.

Aksi balapan liar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah tak kunjung hilang meskipun aparat kepolisian beberapa kali melakukan razia.

Bahkan sudah cukup banyak pembalap liar berikut kendaraan jenis sepeda motor digunakan untuk balapan,  diamankan ke polisi.

Seperti yang terjadi Minggu (15/8/2021), Tim Raimas backbone Ditsamapta Polda Kalteng mengamankan 31 pembalap liar dan 22 unit sepeda motor yang digunakan untuk balapan liar di kawasan Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya.

Baca juga: Cegah Banjir, Dinas Lingkungan Hidup Palangkaraya Gencarkan Penggunaan Metode Biopori di Masyarakat

Baca juga: Resahkan Warga, Polisi Amankan Pemuda Stres Mengamuk Bawa Parang di Bukit Tunggal Palangkaraya

Baca juga: Pemprov Kalteng Targetkan Oktober 2021 Semua Warga Tervaksinasi Covid-19 Capai Herd Immunity

Direktur Samapta (Dirsamapta) Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri melalui Wakil Direktur (Wadir) Samapta AKBP Timbul R. K. Siregar, mengungkapkan, pihaknya bertindak berdasar laporan masyarakat, lokasi tersebut sering dijadikan ajang balapan liar.

"Saat kita lakukan pengecekan ternyata benar, kita menemukan 31 pemuda yang terdiri 25 pria, 6 wanita dan 22 unit kendaraan yang digunakan aksi balapan liar," ujarnya.

“Para pelaku balap liar dan penonton di lokasi, langsung diserahkan ke Satlantas Polresta Palangkaraya untuk diberikan pembinaan serta pemanggilan orangtua masing-masing dan sanksi tilang serta pembinaan bagi pembalap agar nantinya tidak kembali melakukan hal tersebut," lanjut Kompol Pol Dwi Tunggal Jaladri, Senin (16/8/2021).

Warga sangat terganggu dengan aksi balapan liar karena suara sepeda motor dengan knalpot brong yang keras terdengat saat mereka istirahat sore dan malam hari.

Selain itu mereka juga membuat resah pengendara yang kerap disalip oleh para pembalap liar.

Polisi pun sudah sering melakukan penindakan terhadap para pembalap dengan mengamankan sepeda motor dan memberikan pembinaan kepada pembalap yang rata-rata adalah anak muda, malah sebagian adalah kalangan pelajar.

Namun mereka seperti menganggap itu hal biasa sehingga melakukan lagi tindakan serupa.

Warga berharap, selayaknya pembalap liar diberikan tindakan lebih tegas lagi, agar jera.

"Misalnya menahan sepeda motornya selama sebulan bahkan tiga bulan oleh petugas, selain tilang sehingga pelakunya jera dan tidak berani lagi melakukan balapan," ujar H Husien, warga di Jalan Adonis Samad. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved