Breaking News:

Berita Kalteng

Perekonomian Kalteng Triwulan II 2021 Tumbuh 5,56 Persen, Disumbang Produksi Sawit dan Batu Bara

BPS Kalteng lansir perekonomian Kalteng masa pandemi Covid-19 triwulan II 2021 tumbuh positif 5,56 persen disumbang sektor perkebunan dan pertambangan

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Sungai Mentaya Sampit, Kabupaten Kotim jalur lintasan armada tongkang yang mengangkut bauksit dari hulu sungai Mentaya Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Badan Pusat Statistik Kalteng melansir perekonomian Kalteng masa pandemi Covid-19 triwulan II tahun 2021 tumbuh positif 5,56 persen (year on year) dibanding Triwulan II 2020.

Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah semester I tahun 2021 (c-to-c) tumbuh sebesar 1,10 persen.

"Semua kategori hampir seluruhnya mengalami pertumbuhan yakni Pertumbuhan sektor pertanian Kalimantan Tengah sebesar 1,77 persen (year on year/dibandingkan Triwulan II Tahun 2020)," ujarnya, Jumat (13/8/2021).

Kontribusi sektor pertanian 22,29 persen dari total PDRB Kalimantan Tengah.

Baca juga: Penumpang Pesawat Positif Covid-19 Gunakan Suket PCR Palsu Diamankan Petugas Bandara Tjilik Riwut

Baca juga: Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Sosial Beras Kemensos RI untuk 145.316 KPM

Baca juga: Istimewanya Hujan di Hari Jumat, Berikut Waktu-waktu Mustajab untuk Berdoa

Komponen pada pertumbuhan sektor pertanian perkebunan disumbang oleh produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang meningkat karena sudah memasuki masa panen (y-on-y).

Produksi perkebunan kelapa sawit, karet dan kelapa meningkat. Harga karet meningkat sehingga banyak petani yang menyadap karet.

Produksi kelapa naik seiring dengan permintaan konsumen selama Ramadan (q-to-q).

Sektor pertambangan dan penggalian disumbang oleh produksi batu bara juga meningkat, sebaliknya produksi bauksit menurun signifikan dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y).

Produksi batu bara menurun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-on-q).

Sedangkan, untuk industri pengolahan, produksi CPO, minyak goreng dan turunannya meningkat hingga 9 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y).

"Produksi kayu olahan plywood maupun kayu olahan rakyat menurun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya," ujarnya.

Untuk, pengadaan Listrik dan Gas, produksi listrik meningkat, karena PLTU di Kajuel mulai beroperasi dan telah menunjang listrik beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah.

"Produksi listrik PLN meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya karena meningkatnya konsumsi listrik
pada golongan rumah tangga," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved