Breaking News:

Berita Kalteng

BRGM Gelar Dialog Bernas Pengelolaan Lahan Gambut Wilayah Kalimantan

BRGM gelar dialog bernas pengelolaan lahan gambut Kalimantan mempertemukan ahli gambut, pengambil kebijakan dan kalangan pers di Kalimantan.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Tim patroli kebakaran hutan dan lahan Polda Kalteng, memantau lahan kering rawan terbakar dipinggiran Kota Palangkaraya, menggunakan sepeda motor. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) gelar dialog bernas pengelolaan lahan gambut Kalimantan mempertemukan ahli gambut, pengambil kebijakan dan kalangan pers.

Kegiatan dialog digelar secara virtual zoom meeting mengundang beberapa pemateri antara lain, Guru Besar IPB University Bambang Hero Saharjo, Dinas Lingkungan Hidup Kalselteng dan Kalbar juga Kepala Kelompok Kerja Wilayah Kalimantan dan Papua BRGM, Jany Tri Raharjo.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kalteng, Merti Ilona, dalam kegiatan tersebut, menyebutkan, kerja BRGM selama ini berperan besar dalam merestorasi kerusakan gambut akibat alih fungsi lahan dan kebakaran.

Dia menjadi saksi bahwa kebakaran gambut mengakibatkan bencana kabut asap luar biasa di Kalimantan Tengah.

Baca juga: Wisata Kalteng, Taman Pasok Kameloh Palangkaraya Mempercantik Jembatan Kahayan

Baca juga: Tadarus Al Quran: Surah Al Mulk, Amalan Menjauhkan Diri dari Kemaksiatan dan Siksa Kubur

Baca juga: Palangkaraya Masuk 45 Daerah Risiko Tertinggi Covid-19, PPKM Level 4 Hingga 23 Agustus 2021

Sebanyak 3 juta hektare lahan gambut di Kalimantan Tengah sudah mengalami kerusakan sehingga memang perlu dilakukan perbaikan.

Untuk itu, dia berharap intervensi pengembangan ekonomi bagi warga yang tinggal di sekitar IPG dapat diteruskan untuk mengawal IPG.

“Semoga di tengah pandemi jangan sampai duet maut Covid-19 dan kebakaran gambut terjadi, sehingga kita semua harus berusaha mencegah terjadinya kebakaran,” ujar Merti.

Sementara itu, Guru Besar IPB University, Bambang Hero Saharjo mengatakan, pengelolaan lahan gambut di Kalimantan selama ini mendapat perhatian internasional.

Itu karena kemampuan lahan gambut sebagai penyimpan cadangan karbon dunia sehingga harus benar-benar dijaga agar tidak mengalami kerusakan.

Dia mengungkapkan, munculnya sejumlah titik api yang terpantau melalui satelit di wilayah Kalimantan, perlu mendapat perhatian ekstra.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved