Breaking News:

Idul Adha 1442 H

Dengan Alasan Apapun, Takbir Keliling dan Arak-arakan Idul Adha 1442 H Dilarang Pemerintah

Hari Raya Idul Adha 1442 H in tidak akan bisa diramaikan dengan takbir keliling atau arak-arakan, pemerintah melarang dengan alasan apapun

Editor: Dwi Sudarlan
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi Idul Adha 1442 yang kali ini tidak bisa diramaikan dengan takbir keliling dan arak-arakan, pemerintah melarang dengan alasan apapun 

TRIBUNKALTENG.COM - Hari Raya Idul Adha 1442 H ini kembali tidak akan bisa diramaikan dengan takbir keliling atau arak-arakan, pemerintah melarang dengan alasan apapun.

Stafsus Menteri Agama Bidang Kerukunan Umat Beragama Ishfah Abidal Aziz mengatakan aturan ini berlaku di daerah yang sedang menggelar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat maupun di daerah zona hijau.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan melarang masyarakat untuk melakukan takbiran keliling hingga arak-arak menyambut hari raya Idul Adha 1442 H/2021 M dengan alasan apa pun.

"Pelaksanaan takbir keliling yang dilaksanakan diselenggarakan dengan berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan berarak-arakan itu mutlak tidak diperbolehkan," kata Ishfah dalam diskusi daring, Rabu (14/7/2021).

Ia menuturkan pelarangan ini bertujuan untuk mencegah adanya kerumunan yang berujung pelanggaran protokol kesehatan.

"Karena ini akan memancing munculnya kerumunan di masyarakat," ujar dia.

Baca juga: Apa Hukum Berkurban Secara Online? Simak Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha 1442 H

Baca juga: Apa Hukumnya Berkurban Atas Nama Orang Tua yang Sudah Meninggal? Begini Penjelasan Ulama

Baca juga: Niat Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah, Amalan Sunnah Zulhijjah Selain Sholat Idul Adha

Namun, kata Ishfah, pemerintah memberikan kelonggaran untuk tetap bisa melaksanakan takbiran di masjid ataupun musala.

Namun, hanya daerah-daerah yang berada di zona hijau saja.

Dijelaskan dia, ketentuan yang harus dipenuhi dengan membatasi kuota peserta takbiran.

Ia menuturkan hanya 10 persen dari kapasitas maksimal yang diperbolehkan menghadiri kegiatan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved