Breaking News:

Berita Kotim

Penertiban Preman di Sampit, Pemerhati Sosial Minta Tidak Disamakan dengan Pelabuhan Tanjung Priok

Penertiban preman di Sampit, pemerhati sosial Muhammad Gumarang menyebut tidak disamakan dengan preman Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta

Penulis: Fathurahman | Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa/Polres Kotim
Sejumlah warga di Sampit terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) saat personel Polsek Ketapang Sampit Kotim Kalteng melakukan penertiban. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Penertiban preman pasar di Sampit, pemerhati sosial  Muhammad Gumarang menyebut tidak disamakan dengan preman Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta

Penertiban preman pasar di Sampit Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang dilakukan personel Polsek Ketapang selama beberapa hari ini mendapat perhatian pemerhati sosial Kotim.

Penertiban preman oleh Polsek Ketapang untuk mengantisipasi aksi premanisme yang  terjadi di wilayah hukum Mentawa Baru Ketapang, dinilai sudah sangat baik namun selayaknya dilakukan secara priodik.

Kemudian dalam kegiatan penertiban tersebut, Polsek Ketapang Sampit sempat mengamankan sejumlah orang yang terjaring penertiban tersebut.

Baca juga: Karhutla di Palangkaraya, Wali Kota Fairid Naparin Minta Optimalkan Sumur Bor Cegah Kebakaran

Baca juga: Narkoba di Kotim, 27 Bungkus Sabu Seberat 8,32 Gram Bikin Kiyah Ditangkap Polisi

Baca juga: Covid-19 di Sampit, Kasus Penularan Kembali naik, Islamic Center Disiagakan Tampung Pasien

Lalu mereka yang terjaring diberi arahan serta pembinaan oleh Polsek Ketapang tentunya agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum.

Kanit Sabhara Polsek Ketapang Ipda M Anwar mengatakan bahwa kegiatan tersebut, dilaksanakan agar warga kotim khususnya di wilayah ketapang merasa aman dan nyaman dalam aktivitas sehari-hari.

Pasalnya warga pun kerap kali merasa tidak nyaman akan kehadiran para preman yang terkadang bisa membuat keributan di wilayah mentawa baru ketapang.

Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, melalui Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri, mengatakan pihaknya akan terus melaksanakan kegiatan penertiban tersebut,  hingga nantinya wilayah Mentawa Baru Ketapang bersih dari aksi premanisme.

Muhammad Gumarang,  salah satu pemerhati Sosial di Kotim, Senin (14/6/2021), dia menyambut baik penertiban preman  tersebut,  namun dia menegaskan, preman yang ada di Kotim tidak sama dengan preman yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta karena motifnya berbeda. 

Tidak semua preman bermotif bisnis kejahatan yang teroganisir tapi juga ada preman yang dilatarbelakangi desakan ekonomi yang memaksanya melakukan aksi premanisme.

Sehingga untuk preman yang terdesak ekonomi selayaknya diberikan pembinaan dan jika ada pekerjaan yang layak juga disarankan bekerja yang baik.

"Pendekatannya lebih bersifat humanis dan pembinaannya pun  beda dengan preman bermotif bisnis yang teroganisir. Saya berharap, untuk pembinaan preman jangan hanya dilakukan oleh polisi tetapi juga intansi lainnya seperti dinas sosial, agar secara komperhenship dalam penangananya , sehingga preman insaf dan ada pekerjaan yang labih baik untuk merek," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved