Hasil Survei Aplikasi Kencan: Orang Dewasa Lebih Pilih Orang yang Sudah Divaksin untuk Kencan
Ini hasil survei: mayoritas orang dewasa memilih kencan dengan orang yang sudah divaksin daripada yang belum divaksin
TRIBUNKALTENG.COM - Ini hasil survei: mayoritas orang dewasa memilih kencan dengan orang yang sudah divaksin daripada yang belum divaksin.
Survei ini diadakah Pemerintah Inggris bekerja sama dengan beberapa perusahaan apilikasi kencan.
Tujuannya, untuk meningkatkan tingkat vaksinasi dan mengurangi tingkat keraguan vaksin di kalangan orang dewasa.
Survei pemerintah Inggris menunjukkan 59% orang dewasa yang berkencan akan lebih memilih kencan dengan orang yang sudah divaksinasi atau tidak akan berkencan dengan orang yang tidak divaksinasi.
Menteri Vaksin Inggris, Nadhim Zahawi menyatakan bahwa ia sangat senang bermitra dengan aplikasi kencan untuk meningkatkan vaksinasi di seluruh pelosok Inggris.
Baca juga: Hanya 2 jam Sekolah dan 25 Persen Siswa, Begini Aturan Lengkap Pembelajaran Tatap Muka Juli 2021
Baca juga: Makna 6 Rukun Iman, Fondasi Keimanan Bagi Umat Islam, Berikut Penjelasan Lengkapnya
Baca juga: 8 Keutamaan Sholawat Al Fatih, Amalan Pembuka Pintu Surga dan Bahagia Dunia Akhirat
"Inisiatif ini menjadi aset luar biasa lainnya bagi program vaksinasi Inggris sebagai yang terbesar dan paling sukses dalam sejarah Inggris," kata Zahawi dalam keterangannya lewat Kedutaan Inggri di Jakarta, Selasa (8/6/2021).
Aplikasi-aplikasi kencan terkemuka termasuk situs kencan Muslim Muzmatch, Tinder, Match, Engsel, Bumble, Badoo, Plenty of Fish, dan OurTime telah bekerja sama dengan pemerintah Inggris untuk mendorong penggunanya mendapatkan vaksinasi COVID-19 melalui kampanye baru.
Mulai hari ini, aplikasi kencan terkemuka di Inggris akan menambahkan fitur baru ke aplikasi dan situs web mereka untuk mendukung kampanye pemerintah yang bertema 'setiap vaksinasi memberi kita harapan'.
Kampanye ini mendorong orang-orang muda untuk mendapatkan vaksin pada fase kedua peluncuran vaksin untuk kaum muda dan bergabung dengan jutaan orang yang telah menerima vaksin.
Fitur-fitur baru akan memungkinkan pengguna menunjukkan dukungan mereka terhadap vaksin di profil kencan mereka dan memberikan bonus internal di aplikasi bagi pengguna yang menyatakan mereka telah divaksinasi.
Fitur akan mencakup lencana dan stiker vaksinasi untuk ditampilkan di profil kencan, bonus "Super Likes" secara gratis, dan fitur-fitur lainnya yang dapat meningkatkan popularitas profil pengguna.
Meskipun status vaksinasi pada aplikasi ini adalah opsional, namun data menunjukkan bahwa orang lebih cenderung berkencan dengan seseorang yang telah menerima vaksinasi COVID-19.
“Vaksin adalah jalan keluar kami dari pandemi ini dan kami telah membuat kemajuan luar biasa sejauh ini dengan lebih dari tiga perempat orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis," kata Zahawi.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins menambahkan bahwa Indonesia saat ini telah memvaksinasi lebih banyak orang daripada gabungan negara-negara ASEAN lainnya.
Menurut Owen, jumlah itu adalah pencapaian yang luar biasa, terutama mengingat populasi Indonesia yang besar dan tersebar secara geografis.
Ia menambahkan, vaksinasi tetap menjadi rute terbaik kita untuk keluar dari pandemi dan untuk pemulihan jangka panjang.
“Ketika saya melihat berita tentang aplikasi teknologi Inggris yang membantu pemerintah Inggris mempromosikan peluncuran vaksin, saya langsung teringat Indonesia," kata Jenkins.
Jenkins berujar sektor teknologi dan digital merupakan kekuatan ekonomi Indonesia yang besar dan terus berkembang.
Di Inggris, layanan kesehatan di seluruh Inggris kini telah memberikan total 67.287.864 vaksin antara 8 Desember dan 5 Juni.
Termasuk 40.124.229 orang dengan dosis pertama (76,2%) dan 27.160.635 orang dengan dosis kedua (51,6%) untuk memastikan mereka memiliki perlindungan kuat terhadap COVID-19 setelah dosis kedua.
Vaksin tersedia untuk semua penduduk Inggris Raya berdasarkan urutan pengelompokan prioritas dengan menawarkan vaksin pertama ke kelompok yang rentan secara medis.
Semua warga negara asing di Inggris telah ditawarkan vaksin dengan dasar yang sama dengan penduduk Inggris, termasuk pelajar internasional dan warga negara Indonesia lainnya yang saat ini berada di Inggris.
"Orang yang divaksinasi jauh lebih kecil kemungkinannya terkena COVID-19 dengan gejala,"
Baca juga: Tadarus Al Quran: Surah Al Mursalat Insya Allah Jauhkan Diri dari Syirik dan Kesyirikan
Baca juga: Sholat Sunnah Setara 360 Sedekah, Berikut Keutamaan dan Doa Setelah Sholat Dhuha
Bahkan, orang yang divaksinasi lebih tidak mungkin untuk terinfeksi COVID-19 yang serius, dirawat di rumah sakit, atau meninggal.
Ada semakin banyak bukti bahwa orang yang divaksinasi cenderung tidak menularkan virus ke orang lain.
Data Kantor Statistik Nasional Inggris yang diterbitkan pada tanggal 6 Mei menemukan bahwa lebih dari 9 dari 10 (93%) orang dewasa Inggris melaporkan merasakan sentimen positif terhadap vaksinasi.
Vaksinasi dilakukan di tempat-tempat termasuk masjid, pusat komunitas dan stadion sepak bola.
"Saya yakin sudah ada beberapa cara yang sudah membantu, dan mungkin ada cara lain juga yang bisa mereka lakukan untuk lebih banyak lagi menyukseskan peluncuran vaksin di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan,” tukas Owen. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Survei Pemerintah Inggris: 59 Persen Dewasa Memilih Kencan Dengan Orang yang Divaksin