Berita Nasional

Solidaritas Pegawai KPK yang Lulus TWK, Minta Pelantikan Jadi ASN Ditunda Sebelum Polemik TWK Beres

Pegawai KPK yang lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) meminta pelantikan sebagai aparatur sipil negara ( ASN) ditunda.

Editor: Anjar
(KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN)
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK.Solidaritas Pegawai KPK yang Lulus TWK, Minta Pelantikan Jadi ASN Ditunda Sebelum Polemik TWK Beres 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Solidaritas ditunjukkan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Mereka meminta pelantikan sebagai aparatur sipil negara ( ASN) ditunda.

Hal itu disampaikan Mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko. Dia mengatakan ada ratusan pegawai KPK yang lolos TWK tapi meminta pelantikan menjadi ASN ditunda.

Jumlah pegawai yang meminta penundaan pelantikan ASN itu kemungkinan terus bertambah.

"Iya betul. Jam 09.05 WIB, pagi tadi, itu sudah 588. Mungkin sekarang naiklah mendekati 600," ujar Sujanarko saat dikonfirmasi, Minggu (30/5/2021).

Baca juga: Surat Resmi BKN Soal Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Singgung Soal Perencanaan Teknis

Baca juga: Ditetapkan Presiden Jokowi sebagai Hari Libur Nasional, Begini Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni

Dirinya membeberkan alasan ratusan pegawai KPK itu meminta penundaan pelantikan sebagai ASN.

"Alasannya untuk diselesaikan masalah-masalah TKW itu sampai tuntas dulu, mempertimbangkan putusan MK dan Undang-Undang KPK," lanjutnya.

Kemudian, dikatakan Sujanarko, alasan kedua yakni situasi KPK sekarang menggambarkan krisis kepercayaan terhadap pimpinan KPK.

"Kalau ini membesar, ini kredibilitas pimpinan KPK akan hancur. Bisa bayangkan kalau ini makin membesar, itu kan tanda bahwa mereka sudah enggak percaya dengan pimpinan. Kalau organisasi seperti itu kan bahaya, bisa mandek organisasi kalau seperti itu," tambah Sujanarko.

logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK.
logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK. ((KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN))

Dirinya merinci soal ratusan pegawai KPK tersebut berasal dari sejumlah divisi di antaranya di Pengaduan Masyarakat dan Pelayanan.

" Di pengaduan masyarakat dan pelayanan itu 100 persen minus direkturnya saja. Yang di DNA (Data dan Analisis Antikorupsi) itu sudah 67 (persen). Nah mau naik terus itu (jumlah pegawai yang ingin pelantikan ditunda)," katanya

"Yang belum bergerak itu memang yang ini, yang manajemen informasi karena direkturnya dari Kominfo itu," tandasnya.

Pelaksanaan TWK bagi pegawai KPK berujung penonaktifan 75 pegawai lembaga antirasuah.

KPK, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan sejumlah kementerian kemudian mengadakan rapat penentuan nasib 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK.

Dari hasil rapat itu ditentukan bahwa 51 pegawai KPK diberi cap merah dan sudah tidak bisa dibina.

Mereka akan diberhentikan dari KPK pada 1 November 2021.

Sementara, 24 sisanya dianggap masih bisa dibina.

KPK menyatakan mereka masih bisa diangkat menjadi ASN asalkan lolos dalam pendidikan wawasan kebangsaan dan bela negara.

Baca juga: Aurel Mulai Bangkit, Krisdayanti Beri Anjuran pada Istri Atta Halilintar Agar Mulai Berolahraga

Baca juga: Korea Utara Perang Terhadap Burung Merpati dan Kucing, Kim Jong Un: Mereka Pembawa Covid-19

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ratusan Pegawai KPK Lulus TWK Minta Pelantikan Jadi ASN Ditunda, Ini Alasannya,

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved