Uang Logam Menempel di Bekas Suntikan Vaksin Covid-19, Benar atau Hoaks? Begini Faktanya
Viral di medsos, uang logam atau koin bisa menempel di lengan bekas suntikan vaksin covid-19 lalu disebut mengandung magnet, benar atau hoaks?
TRIBUNKALTENG.COM - Viral di medsos (media sosial), uang logam atau koin bisa menempel di lengan bekas suntikan vaksin covid-19 lalu disebut vaksin korona mengandung microchip magnetik, benar atau hoaks?
Dalam postingan tersebut, seorang wanita memperlihatkan lengannya memiliki reaksi magnet setelah menerima vaksin Covid-19.
Hal tersebut ditunjukkan dengan meletakan magnet di tempat Ia menerima vaksin dan terlihat magnet tersebut langsung menempel.
Sementara, ketika Ia melakukan hal yang sama pada lengannya yang lain, magnet tersebut akan jatuh.
Di akhir video, wanita tersebut memperingatkan agar tidak melakukan vaksinasi.
Baca juga: Perempuan Cantik Mantan Wakil Bupati Ini Sakit Jiwa Karena Kasus Korupsi, Suami Kembalikan Uang
Baca juga: Istri Dibunuh Suami Usai Berhubungan Intim, Pesan ke Anak: Tetap Tersenyum dan Doakan Bunda
Baca juga: Semua Gerai Akan Ditutup, 3.000 Pekerja Giant Menanti Nasib, PHK atau Dipindah ke IKEA dan HERO
Berdasarkan hasil penelusuran, kompilasi video dengan klaim serupa banyak beredar di berbagai platform media sosial.
Pemeriksa fakta independen di lingkup internasional seperti Lead Stories, USA Today, AFP United States, dan Factcheck.org telah membantah klaim tersebut berdasarkan hasil penelusuran dan klarifikasi dari institusi resmi di bidang kesehatan.
Melansir dari AFP, para ahli medis mengatakan bahwa video tersebut tidak lebih dari teori konspirasi yang termasuk ke dalam kategori disinformasi tentang virus Covid-19.
“Tidak, mendapatkan vaksin Covid-19 tidak dapat menyebabkan lengan Anda menjadi magnet. Ini tipuan, jelas dan sederhana,” jelas Dr. Stephen Schrantz, Spesialis Penyakit Menular di University of Chicago Medicine.
Hal ini didorong kuat oleh pernyataan Dr. Thomas Hope, peneliti vaksin dan profesor biologi sel dan perkembangan di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern.
Ia menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 pada dasarnya terdiri dari protein dan lipid, garam, air, dan bahan kimia yang menjaga PH.
Sehingga tidak ada bahan apapun yang dapat berinteraksi dengan magnet.
Menurut lembar fakta yang disediakan oleh otoritas kesehatan di AS dan Kanada dijelaskan bahwa tidak ada jenis vaksin Covid-19 yang memiliki bahan berbasis logam.
Selain itu, berdasarkan penelurusan USA Today, klaim vaksin Covid-19 mengandung microchip magnetik berasal dari teori konspirasi yang mengklaim salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, berada di balik skema global untuk secara diam-diam menanamkan microchip dan melacak miliaran orang.
Menanggapi hal tersebut Gates telah berulang kali membantah dan tidak ditemukan bukti untuk mendukung tudingan tersebut.