Politik Nasional

Ganjar Pranowo: Mbak Puan Itu Komandan Tempur, Gerindra Sinyalkan Prabowo Subianto-Puan Maharani

Ganjar Pranowo bantah berkonflik dengan Mbak Puan, Gerindra isyaratkan usung duet Prabowo Subianto-Puan Maharani

Editor: Dwi Sudarlan
Tribunnews/Jeprima
Prabowo Subianto dan Puan Maharani 

TRIBUNKALTENG.COM. SEMARANG - Ramai disebutkan dua politisi PDI Perjuangan yakni Ketua DPR Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang berkonflik terkait Pilpres 2024.

Benarkah? Kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membantah terlibat konflik dengan Puan Maharani yang merupakan ketua DPP PDI Perjuangan.

Ganjar Pranowo menegaskan hubungannya dengan Puan Maharani  baik-baik saja.

Ganjar mengakui apa yang ramai diperbincangkan di medos (media sosial) akhir-akhir ini membuatnya tak nyaman.

Baca juga: Perempuan Cantik Mantan Wakil Bupati Ini Sakit Jiwa Karena Kasus Korupsi, Suami Kembalikan Uang

Baca juga: Istri Dibunuh Suami Usai Berhubungan Intim, Pesan ke Anak: Tetap Tersenyum dan Doakan Bunda

Baca juga: Amalkan Sekaligus Doa Nabi Musa dan Doa Nabi Yusuf, Urusan Pelik Cepat Selesai dan Lembutkan Hati

"Jadi begini teman-teman, saya mengikuti apa yang ada di medsos. Sungguh-sungguh itu tidak enak. Sungguh-sungguh saya tidak enak. Saya selalu hormat sama mbak Puan, sangat-sangat hormat," kata Ganjar ditemui usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Jateng, Jumat (28/5/2021).

Menurut Ganjar, Puan adalah orang yang sangat berjasa pada dirinya.

Ia pun mengatakan masih ingat betul ketika maju sebagai calon Gubernur Jateng pada 2013 lalu, elektabilitasnya sangat rendah.

"Mbak Puan adalah komandan tempurnya. Sehingga saya menang. Itu tidak pernah saya lupa," tegasnya.

Termasuk dirinya membenarkan bahwa modal saat maju sebagai calon Gubernur Jateng saat itu juga sangat kecil.

Dengan bantuan Puan Maharani sebagai komandan tempur dan seluruh kader, Ganjar bisa memenangkan kontestasi hingga bisa menjabat dua periode.

"Saya tidak punya modal saat itu, itu tidak pernah saya lupa. Mbak Puan dan partai (PDI Perjuangan) saat itu bergerak, sehingga saya menang. Maka saya sangat hormat dengan mbak Puan," ucapnya.

Apa yang ramai di media sosial, lanjut Ganjar, tidak seperti yang sebenarnya.

Sampai saat ini, Ganjar mengatakan tidak pernah berkonflik dengan Puan Maharani.

"Sampai hari ini saya tidak pernah berkonflik dengan beliau. Baik-baik saja. Bahkan saat saya sowan ibu (Megawati Soekarnoputri) untuk halal bihalal, Mbak Puan juga ada di sana dan kami sempat bercanda. Jadi kalau di medsos seperti itu, saya sungguh-sungguh kaget. Saya ini orang Jawa dan kader yang selalu diajari mendhem jero, mikul duwur. Itu aja," tuturnya

Capreskan Prabowo

Terkait Pilpres 2021, Sekretaris jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani berbicara peluang partainya berkoalisi dengan PDIP.

Disebutkan Muzani, kemungkinan Gerindra dan PDIP bekerja sama di Pilpres 2024 karena Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memiliki hubungan yang baik dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Hubungan kita yang baik dengan PDIP, hubungan Pak Prabowo yang baik dengan Ibu Mega. Saya kira saudara-saudara semua sudah tahu sejak beliau belum ditetapkan sebagai Menteri Pertahanan dan sampai sekarang hubungan itu baik," kata Muzani, Kamis (27/5/2021).

Pernyataan ini mengisyaratkan kemungkinan duet Prabowo Subianto-Puan Maharani diusung PDI Perjuangan dan Gerindra. 

Muzani mengungkap, para kader Gerindra menginginkan Prabowo maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

Baca juga: Uang Logam Menempel di Bekas Suntikan Vaksin Covid-19, Benar atau Hoaks? Begini Faktanya

Baca juga: Divonis 8 Bulan Penjara Dalam Kasus Kerumuman di Petamburan, Habib Rizieq Shihab Tersenyum

Hal itu didasarkan elektabilitas Prabowo yang unggul dalam beberapa hasil lembaga survei.

"Hampir semua survei menyebut Pak Prabowo adalah calon presiden yang paling populer, calon presiden yang elektabilitasnya bagus paling tinggi," ujarnya.

Atas dasar itu, Muzani berharap Prabowo segera memberi jawaban kepada kader Gerindra terkait pencapresan. Menurut dia, kepastian dari Prabowo penting agar bisa segera memulai proses pencalonan.

"Kami berharap Pak Prabowo bisa memberi jawaban kepada kita semua seperti yang kita harapkan, sehingga kita bisa mempersiapkan untuk proses pemenangan beliau," pungkasnya.

Beberapa lembaga survei masih menempatkan mana Prabowo sebagai calon presiden. Minggu (23/5/2021) lalu, Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Muslimin Tanja mengungkap hasil survei terkait calon presiden (capres) 2024.

Muslimin menyebut elektabilitas Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan mencapai 20,9 persen.

"Seandainya dilakukan pemilihan presiden hari ini, siapa yang akan dipilih untuk menjadi presiden. Jadi, dari 22 nama yang kami uji, penilaian tertinggi itu ada di nama Pak Prabowo."

"Ada 20,9 persen yang mengatakan akan memilih Pak Prabowo jika pemilihan presiden digelar masa survei digelar 20-29 April 2021," ujar Muslimin.

Isu yang didengungkan Gerindra terkait kemungkinan Prabowo diusung oleh PDI Perjuangan, berembus pasca beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tak diundang saat Puan Maharani mengumpulkan seluruh pengurus partai di Semarang. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bantah Berkonflik dengan Puan Maharani, Ini Kata Ganjar Pranowo

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved