Gantikan Paman yang Mengantuk, Bocah 12 Tahun Menyetir Truk Sambil Merokok, Videonya Viral

Bocah 12 tahun yang menyetir truk sambil merokok yang videonya viral di medsos ternyata menggantikan paman yang mengantuk

Editor: Dwi Sudarlan
Tribunnews/Instagram
Tangkapan layar bocah 12 tahun sedang menyetir truk sambil merokok 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Akhirnya bocah 12 tahun yang menyetir truk sambil merokok yang videonya viral di medsos (media sosial) terungkap dia menggantikan pamannya yang mengantuk.

Pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus viralnya video bocah 12 tahun yang menyetir truk tronton sambil merokok itu.

Belakangan diketahui bocah tersebut disuruh oleh pamannya HH (33).

Ia meminta keponakannya itu untuk menggantikan dirinya di balik kemudi lantaran mengantuk.

Kini HH harus rela dipecat dari perusahannya lantaran kejadian ini.

Baca juga: Agar Bisa Balas Dendam ke Mantan Pacar Mbak Nur Janda Cantik Ini Gabung Komplotan Begal

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 1 Mei 2021, Peringatan 4 Zodiak Kurang Beruntung, Waspada!

Baca juga: Doa Nabi Yunus, Amalan untuk Terlepas dari Kesulitan Hidup, Dibaca 40 Kali

H dipecat oleh perusahaannya, yaitu PT STA yang berlokasi di Jakarta Utara.

"Setelah kejadian, PT STA ini mendapat informasi tentang adanya video tersebut, maka saat ini perkembangannya saudara H ini sudah diberhentikan oleh manajemen PT STA," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Jumat (30/4/2021).

Bocah berusia 12 tahun yang mengemudikan truk tronton di jalan tol berkendara sejauh 7 Kilometer.

Bocah tersebut viral setelah videonya saat mengemudikan truk tronton beredar luas di media sosial.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, bocah 12 tahun itu berkendara mulai dari Km 12 arah Cikampek.

"Cuma 7 Kilometer jaraknya, dari rest area Km 12 sampai Km 19," kata Sambodo kepada wartawan, Jumat (30/4/2021).

Sambodo mengungkapkan, bocah tersebut mengendarai truk tronton milik perusahaan PT STA di Jakarta Utara.

"Ada beberapa kali kecelakaan yang menyebabkan korban cukup banyak yang pelakunya adalah seorang anak."

"Ini sangat berisiko menyerahkan kendaraan kepada orang yang tidak memiliki SIM tidak punya kompetensi dan tidak cukup umur," ucap dia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved