KKB Papua
Tewas Ditembak KKB, Guru Yonathan Belum Pernah Lihat Anak Bungsunya dan Batal Temani Istri Wisuda
Guru yang tewas ditembak KKB Papua, Yonathan Rende ternyata belum pernah bertemu anak bungsunya dan batal temani istri menjalani wisuda
TRIBUNKALTENG.COM, TORAJA - Salah seorang guru yang tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Yonathan Rende ternyata belum pernah bertemu dengan anak bungsunya, dia pun kini batal menemani sang istri menjalani wisuda.
Yonathan meninggal terkena peluru yang ditembakkan anggota KKP Papus saat berusaha mengevakuasi jenazah temannya sesama guru yang terlebih dulu tewas.
Tewasnya Yonathan Rende menyisakan duka mendalam bagi istrinya, Dewi Gita Pailing (21).
Lama terpisahkan oleh jarak, Yonathan pulang ke rumahnya di Dusun Tiromanda, Lembang Batu Limbong, Kecamatan Bangkelekila, Toraja dalam kondisi tak bernyawa, Senin (12/4/2021).
Yonathan pergi selama-lamanya, meninggalkan Dewi dan dua orang anak yang masih berusia masing-masing 2 tahun serta 6 bulan.
Baca juga: KKB Papua Makin Mengerikan, Guru SD Tewas Ditembak, 3 Sekolah Dibakar, Tenaga Pendidik Diungsikan
Baca juga: Terapis Pijat Bunuh Anggota Kopassus, Jenasah Dikubur di Dapur, Sebelumnya Bunuh 6 Orang Lain
Baca juga: 3 Bocah Ini Ngaku Ditodong Senjata dan Disiksa Polisi, Dipaksa Mencuri Uang Rp 100 Juta
Yonathan terakhir kali bertemu Dewi saat masih hamil anak kedua atau anak bungsu mereka.
Kini sang anak telah lahir dan diberi nama Arkana.
Setelah lahir, Arkana sama sekali belum pernah melihat Yonathan secara langsung.
Yonathan yang berjanji akan pulang akhir tahun rupanya kembali lebih cepat.
Sayangnya, Arkana harus melihat sang ayah untuk kali pertama dalam kondisi tak bernyawa.
"Yang satu ini (Arkana) belum dilihat langsung oleh Yonathan, terakhir waktu masih usia satu bulan dalam kandungan," ujar Dewi sembari mengusap air mata yang menetes.
Tak hanya itu.
Dewi pun semakin sedih ketika mengingat janji suaminya yang ingin menemaninya menjalani wisuda.
Dewi adalah mahasiswi semester akhir jurusan Bahasa Inggris Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja.
Sang suami berjanji akan pulang untuk membersamai wisudanya.
Sayang, janji itu kandas. Yonathan tewas ditembak oleh KKB saat menjalankan tugas sebagai seorang guru di Beoga, Papua.
Baca juga: Menderita Tumor Mulut, Perempuan Banjarmasin Ini Selalu Sedia Cermin untuk Ngecek Keluarnya Darah
Baca juga: Kasihan Lihat Ibu, Gadis Nakal Suka TIndik dan Tato Ini Berubah Jadi Polwan Sukses, Viral di TikTok
Dewi bercerita, diduga di saat-saat terakhir Yonathan masih sempat menghubungi dirinya.
Yonathan mengatakan dirinya sedang dikepung.
Informasi yang tidak jelas dari suaminya itu membuatnya sangat khawatir.
"Ia (Yonathan) bilang, kami sudah dikepung. Belum lama bicara, telepon mati," katanya.
Kemudian saat mencoba menelepon suaminya lagi, tiba-tiba terdengar suara orang lain.
"Saya telepon lagi tapi saat itu putus-putus, intinya bukan suara suami saya, yang angkat telepon tidak kukenal," ujarnya.
Kepala SMP Negeri 1 Boega, Papua Junedi Arung Sulele menceritakan detik-detik peristiwa nahas itu.
KKB awalnya menembak mati seorang guru bernama Oktovianus Rayo, Kamis (8/4/2021).
Setelah itu, jenazah belum bisa dievakuasi hingga Junedi dan rekannya, Yonathan Renden mengambil terpal pada Jumat (9/4/2021).
"Kami mau ambil terpal untuk bungkus jenazah Oktovianus, karena setelah ditangani pihak medis Puskesmas Beoga, jenazah tidak diformalin dan belum bisa dievakuasi," kata Junedi kepada wartawan di halaman kamar jenazah RSUD Mimika, Sabtu (10/4/2021).
Tiba-tiba, KKB menembaki Junedi dan Yonathan.
Junedi sempat menghindar dan berlari ke sebuah rumah.
Dia kemudian keluar dan bersembunyi selama dua jam di semak-semak.
Sementara Yonathan ambruk terkena tembakan KKB dan tewas. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tangis Istri Guru yang Ditembak Mati KKB, Bayinya Belum Pernah Lihat Sang Ayah, Janji Temani Wisuda Kandas