Breaking News:

Berita Kalteng

Ujian Sekolah Tingkat SMP di Kapuas Kalteng Digelar Secara Tatap Muka dan Daring

Ujian sekolah tingkat SMP di Kabupaten Kapuas pada 5-10 April 2021 sebagian besar digelar secara tatap muka, sebagian sekolah lagi secara daring.

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Syaiful Akhyar
Disdik Kapuas
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kapuas, H Suwarno Muriyat saat meninjau pelaksanaan ujian tingkat SMP di wilayah setempat. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Mengakhiri tahun ajaran 2020/2021, maka dilaksanakan ujian sekolah tingkat SMP di Kabupaten Kapuas sejak 5-10 April 2021 mendatang.

Dalam pelaksanaannya dilakukan secara tatap muka atau luring (luar jaringan) dan sebagian daring (dalam jaringan) karena masih dalam masa pandemi covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kapuas, H Suwarno Muriyat mengatakan terdapat 94 SMP dalam wilayah Kabupaten Kapuas yang dilaksanakan secara tatap muka atau luring, selebihnya 30 sekolah secara Daring.

"Penetapan pilihan secara Luring atau Daring setelah sebelumnya kepala sekolah berkonsultasi kepada Camat setempat selaku Ketua Satgas Covid-19, serta mencermati keadaan pandemi dalam wilayah masing-masing," kata H Suwarno, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Dinas Perikanan Kapuas Kembali Salurkan Bantuan Puluhan Ribu Benih Ikan Patin, Ini Sasarannya

Baca juga: Curi HP di Boks Motor, Pria Warga Basarang Kapuas Kalteng Ini Diamankan Polisi Bersama Barbuk Curian

Baca juga: Kapan THR dan Gaji Ke-13 PNS 2021 Cair? Menteri Keuangan Sri Mulyani Pastikan Dibayar Utuh

Ia juga menjelaskan, bahwa hampir semua sekolah yang berada di zona merah dan orange karena rawan penularan Covid-19 melaksanakan ujian secara daring atau online.

"Misal di Kecamatan Selat, Kapuas Barat, dan sebagian Kecamatan Kapuas Hilir, Bataguh, Kapuas Timur dan Kapuas Tengah dilakukan secara daring," jelasnya.

Tetapi, lanjutnya, ada juga sebagian sekolah di wilayah zona merah dan orange yang melaksanakan ujian secara luring atau tatap muka tetapi dengan tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Berdasarkan Surat Keputusan Bersama atau SKB Empat Menteri bahwa Sekolah yang berada pada zona tertentu boleh melaksanakan Ujian Sekolah secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," jelasnya.

Suwarno menambahkan bahwa ujian sekolah secara luring atau tatap muka dilaksanakan sekaligus sebagai adaptasi kebiasaan baru dalam pengelolaan pengajaran.

"Tapi kami tetap menurunkan Tim Pengawas Belajar dari Rumah atau BDR untuk melakukan pemantauan. Jika ada gejala Covid-19, maka ujian dilaksanakan secara daring," jelasnya.

Pihaknya pun mengimbau bagi sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka agar tetap mengikuti seluruh anjuran dalan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

"Yakni menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak satu sama lainnya dan langkah lainnya untuk mencegah penularan Covid-19," pungkasnya.

(tribunkalteng.com/Fadly SR)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved