Breaking News:

Berita Kalteng

DPRD Kalteng Godok Aturan Perda Mengamankan DAS di Kalteng dari Kerusakan dan Pencemaran

DPRD Kalteng menggodok peraturan daerah untuk menjaga dan mengamankan DAS di Kalteng dari ancaman pencemaran dan kerusakan dampak aktivitas di hulunya

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Sungai Kahayan Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah, salah satu dari 11 sungai yang pernah diperiksa tercemar merkuri akibat maraknya penambangan emas ilegal di daerah hulunya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (DPRD Kalteng) tahun ini akan membuat peraturan daerah menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kalteng agar tidak mengalami kerusakan.

Anggota DPRD Kalteng , Duwel Rawing, Selasa (6/4/2021) menyatakan pembahasan perda dalam proses. Tujuannya mengamankan DAS di Kalteng dari ancaman kerusakan penambangan liar dan pembabatan hutan.

Duwel Rawing yang pernah menjabat Bupati Katingan ini, mengatakan DAS di Kalteng sangat penting bagi masyarakat Kalteng karena digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga tidak boleh rusak tercemar.

"Di sepanjang DAS Katingan di pinggiran sungai itu banyak terdapat rotan dan tanaman mangrov, harus dijaga. Tambang ilegal di sungai pakai alkon dan mercuri harus dihentikan karena ini merusak lingkungan," ujarnya.

Baca juga: Aturan Baru Umrah saat Ramadhan 2021, Ada 3 Kategori Jemaah yang Diizinkan Pemerintah Arab Saudi

Baca juga: Pengguna Jalan Waswas Melintas di Kawasan Hutan Kota di Kualakapuas Kalteng, Pohon Tua Rawan Tumbang

Baca juga: Lima Kelompok Ternak Itik di Dadahup Kapuas Kalteng Dapat Pembinaan Dinas Pertanian Kapuas

Kader PDI-Perjuangan ini, menegaskan, untuk menjaga sungai agar tidak rusak sudah ada aturannya dalam undang-undang sehingga perlu dibuat perda sebagai dasar pengaturannya.

"Saat ini perdanya masih kami bahas. Tentunya nanti akan juga membahas praktek ilegal mining dan perambahan hutan mangrov di dalamnya," ujarnya.

Informasi terhimpun, menyebut sebanyak 11 daerah aliran sungai Kalimantan Tengah telah tercemar merkuri, akibat maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin.

Berdasarkan pemeriksaan rambut dan darah para penambang rata-rata juga telah terkontaminasi oleh bahan merkuri.

(tribunkalteng.com / faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved