Breaking News:

Berita Kalteng

Harga Cabai Melambung Tembus Rp100 Ribu Lebih di Kota Palangkaraya Kalteng, Warga Kurangi Beli Cabai

Harga cabai biasanya Rp40 ribu kini melambung tembus Rp100 ribu lebih per kilogram di Kota Palangkaraya Kalteng, membuat pusing para ibu rumah tangga.

tribunkalteng.com/Fathurahman
Petani Cabai Sampit, Kotim, Kalteng panen perdana program demplot beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Harga cabai biasanya Rp40 ribu kini melambung tembus Rp100 ribu lebih per kilogram di Kota Palangkaraya Kalteng, membuat pusing para ibu rumah tangga dan usaha makanan.

Harga satu kilogram cabai bisa mencapai Rp100 ribu lebih. Bahkan untuk membeli cabai Rp5 ribu cuma dapat 10 biji cabai saja.

Ini membuat para ibu terpaksa harus mengurangi membeli cabai untuk keperluan dapurnya .

"Saya beli pencok saja dibatasi untuk meminta cabai yang biasanya lombok 7 oleh penjualnya hanya boleh masimal lombok dua saja," ujar Rahmi, salah satu penyuka makanan pencok di Palangkaraya, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Dua Pengedar Sabu di Kapuas dan Kotim Kalteng Dibekuk, Polisi Amankan Barbuk Sabu 364,88 Gram

Baca juga: Curanmor di Kalteng, Sepeda Motor Parkir di Stadion 29 November Sampit Raib, Pelaku Dibekuk Polisi

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kalteng Makin Meningkat, Gubernur Kalteng Pimpin Rakor PPKM Mikro di Kalteng

Para penjual makanan yang menggunakan bahan cabai membatasi dalam memberikan cabai untuk rasa pedas bahan makanan yang dijual kepada pelanggannya, dengan alasan harganya saat ini mahal.

"Terpaksa dibatasi, kecuali harga pencoknya dinaikkan, boleh saja," ujar Bi Enor salah satu penjual pencok keliling

Kenaikan harga cabai tersebut cukup tajam, harga normal cabai biasanya Rp40 ribu per kilogram, saat ini terus mengalami kenaikan hingga tembus lebih Rp100 ribu perkilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Perindustrian, Kota Palangkaraya, Rawang, mengatakan kenaikkan harga cabai akibat pasokan cabai berkurang dari Pulau Jawa yang didrop dari Banjarmasin ke Palangkaraya sejak beberapa minggu ini.

Dia mengatakan, petani cabai di Pulau Jawa banyak yang mengalami gagal panen sehingga pasokan menurun sehingga harganya melambung.

"Petani cabai daerah pemasok gagal panen, karena ranaman terserang hama juga faktor cuaca menyebabkan pasokannya berkurang,” ujarnya seraya menambahkan kebutuhan konsumsi cabai di Palangkaraya cukup tinggi.

(tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved