Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Hasil Pilgub Kalsel Berpeluang Disengketakan di MK, Begini Tanggapan KPU Kalsel

Hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pilgub Kalsel Tahun 2020 sudah dirampungkan oleh KPU Provinsi Kalsel, Jumat (18/12/2020).

Tribunkalteng,com/Achmad Maudhody
Ketua KPU Provinsi Kalsel Sarmuji 

Editor: Edi  Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pilgub Kalsel Tahun 2020 sudah dirampungkan oleh KPU Provinsi Kalsel, Jumat (18/12/2020).

Hasilnya Paslon Nomor Urut 1 H Sahbirin Noor-H Muhidin (Paman BirinMu) unggul 8.127 suara dibanding Paslon Nomor Urut 2 H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D).

Dimana Paslon Paman BirinMu memperoleh 851.822 suara, sedangkan Paslon H2D memperoleh 843.695 suara.

Meski selisih suara mencapai lebih dari 8.000, namun jika dilihat dari prosentase, selisih perolehan suara di bawah 1 persen.

Baca juga: Sule Tegaskan Penyebab Putri Delina Sakit Bukan karena Ribut Harta Warisan Lina Jubaedah

Dimana perolehan suara Paslon Paman BirinMu sebesar 50,24 persen berbanding dengan 49,76 persen prosentase perolehan suara Paslon H2D dari total suara sah.

Dengan adanya fakta tersebut maka berarti terbuka peluang adanya Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Kalsel melalui jalur Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini pun disadari oleh KPU Provinsi Kalsel.

Apalagi diketahui, pada penghujung Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Pilgub Kalsel Tahun 2020, saksi Paslon H2D tidak hadir di ruang Rapat Pleno.

"Sebelumnya saat direkapitulasi suara dari 12 kabupaten, saksi Paslon Nomor Urut 2 hadir. Tapi saat terkahir pembacaan rekap kabupaten terkahir tidak hadir. Memang mereka menyatakan tidak akan menandatangani dan akan mengajukan ke MK," kata Ketua KPU Provinsi Kalsel, Sarmuji.

Halaman
12
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved