Breaking News:

Berita Kapuas

UPT KPHP Kapuas Tengah Unit XI Sosialisasi Perlindungan dan Pengamanan Hutan

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan produksi (KPHP) Kapuas Tengah Unit XI mengadakan kegiatan sosialisasi perlindungan dan pengaman

Foto UPT KPHP Kapuas Tengah Unit XI
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan produksi (KPHP) Kapuas Tengah Unit XI mengadakan kegiatan sosialisasi perlindungan dan pengamanan hutan. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan produksi (KPHP) Kapuas Tengah Unit XI mengadakan kegiatan sosialisasi perlindungan dan pengamanan hutan.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah dan dihadiri Kepala UPT KPHP Kapuas Tengah, Bambang Ralianto, S.Hut.

Hadir pula Kepala Desa dan Sekdes Danau Pantau dan diikuti puluhan mayarakat yang berada di Desa Danau Pantau dan sekitarnya.

Baca juga: Geger Karyawan PBS Sampit Tewas di Tempat Pembuangan Akhir Sampah

Sedangkan narasumber sosialisasi Yaitu I Gede Data Widiyatmika,S.ST, MP dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, serta Haris Piyono, S.Hut, Yahya Eddy Fisher, S.Hut, MP dan Narang (Polisi Kehutanan) dari KPHP Kapuas Tengah.

"Kegiatan yang kami laksanakan kemarin, dalam rangka mencegah terjadinya kerusakan hutan baik secara sengaja di wilayah Kerja UPT KPHP Kapuas Tengah dan sekitarnya," kata Ketua Panitia Sosialisasi Perlindungan dan Pengamanan Hutan, H Dody Harianto S.Hut, Selasa (17/11/2020).

Ia juga menyampaikan pentingnya peranan masyarakat dalam hal tersebut. "Yakni dalam ikut serta menjaga dan melindungi hutan dari segala tindakan yang menimbulkan kerusakan pada hutan," ujarnya.

Sementara itu, Narasumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah I Gede Data Widiyatmika mengatakan pengamanan hutan adalah suatu upaya fisik di kawasan hutan atau wilayah hukumnya.

Hal itu lanjutnya, untuk mencegah dan menanggulangi setiap adanya gangguan keamanan terhadap hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, daya alam, hama dan penyakit.

"Oleh sebab itu tujuan perlindungan dan pengamanan hutan, yakni menjaga hutan, kawasan hutan dan lingkungannya, agar fungsi lindung, fungsi konservasi, dan fungsi produksi, tercapai secara optimal dan lestari," bebernya.

Ia juga menegaskan, bagi siapa saja yang membongkar, mengeluarkan, mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil penebangan di kawasan hutan tanpa izin, hukumannya pun sudah jelas.

Yakni dapat dipidanakan dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp. 500 juta dan paling banyak Rp. 2,5 miliar.

Sementara Narasumber lainnya Haris Piyono, menekankan pentingnya peran KPHP Kapuas Tengah dalam Perlindungan dan Pengamanan Hutan .

Kemudian Yahya Eddy Fisher, juga menyampaian materinya tentang Peran KPHP Kapuas Tengah dalam pemberdayaan masyarakat untuk mencegah kerusakan hutan.

Serta Narang sebagai seorang Polisi Kehutanan menjelaskan tentang Peran Polisi Kehutanan sebagai Mitra masyarakat dalam perlindungan dan pengamanan hutan.
( Tribunkalteng.com/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved