Breaking News:

Berita Sampit

Geger Karyawan PBS Sampit Tewas di Tempat Pembuangan Akhir Sampah

Malang benar nasib Rusli (51) seorang karyawan Perusahaan Besar Sawit Divisi 1 Estate Page Dusun Keruing Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringi

Foto Polres Kotim
Korban karyawan Perusahaan Besar Sawit Divisi 1 Estate Page Dusun Keruing Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah saat di bawa ke sebuah klinik kesehatan di tempatnya bekerja. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Malang benar nasib Rusli (51) seorang karyawan Perusahaan Besar Sawit Divisi 1 Estate Page Dusun Keruing Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ini. Dia ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, Senin (16/11/2020) pukul 20.00 Wib.

Petugas Kepolisian Polsek Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, hingga, Selasa (17/11/2020) masih melakukan penyelidikan terkait adanya laporan karyawan swasta perusahaan sawit di Kecamatan Cempaga Hulu yang meninggal di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah tersebut.

Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, melalui, Kapolsek Cempaga Hulu, Iptu Taufik Hidayat, dalam laporannya, mengungkapkan, kejadian kecelakaan kerja tersebut di kebun sawit blok E 5/6 estate page divisi 1 PT. WNL Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim yang dilaporkan oleh Angga Pratama Salem (35) juga karyawan swasta setempat.

Dijelaskan, kronologis kejadian sewaktu korban memuat sampah ke dalam bak truk bersama Suroso (51) rekan korban , truk tersebut dikemudikan Suwarto (42) usai memuat sampah, Suwarto, kemudian, mengendarai truk dengan maksud akan membuang sampah di TPA.

Baca juga: Tangkal Ujaran Kebencian Jelang Pilkada, Polda Kalteng Gelar FGD Bersama Mahasiswa

Namun, tanpa diketahui Suwarto, ternyata korban ikut naik di dalam bak dumtruk, sesampainya di TPA ketika akan memurunkan sampah dan ketika memundurkan mobil truk tiba tiba terdengar suara "bruk" setelah dilihat ternyata di belakang truk ada Korban Rusli ditemukan tergeletak.

"Saat itu, sopir atau pengemudi truk, tidak mengetahui jika ada korban ikut naik di bak truk. Suwarto berusaha membangunkan korban, namun dari bagian belakang kepala korban terus mengeluarkan darah, korban dilarikan ke klinik dibantu sekuriti, namun korban meninggal dunia, sehingga pihak perusahaan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cempaga Hulu," ujarnya.

Informasi terhimpun, korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka korban langsung dikebumikan di Desa Bejarum Kecamatan Kota Besi.Pihak
keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan membuat surat pernyataan penolakan otopsi yg ditandatangani anak pertama korban. (Tribunkalteng,com/ faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved