Berita Banjarbaru
Hari Ini, Kalsel Dikepung 14 Titik Api
Hari ini BMKG Kalsel merekam ada sebanyak 14 titik api. Paling baanyak Huku Sungai dan Balangan.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: edi_nugroho
Sejumlah kawasan yang rawan karhutla juga sudah dipasang himbauan pencegahan dan larangan melakukan karhutla.
Lokasi yang sudah dipasang spanduk himbauan itu seperti di kawasan Guntung Damar, Cempaka, Landasan Ulin, Liang Anggang dan Guntung manggis.
Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi Karhutla melalui media sosial baik itu Facebook, Instagram, dan media sosial lainnya.
Himbauan soal mencegah Karhutla ditegaskanya sudah dilakukan, meski penetapan Siaga Karhutla awal Agustus mendatang.
Himbauan yang sudah dilakukan yakni di kawasan titik-titik rawan. Mengingat, dampak yang dihasilkan dari karhutka akan membahayakan orang banyak, khususnya kabut asap.
Pihaknya, kata Zaini bersama unsur terkait lainnya akan segera mengatur strategi dan koordinasi terkait penanganan Karhutla di wilayah Banjarbaru.
"Tentu harus kita pahami bahwa sekarang kita juga tengah dilanda pandemi. Ancaman Karhutla seperti ini jelas membahayakan kesehatan warga, jadi kita minta agar masyarakat bisa kooperatif soal pencegahan Karhutla ini," lanjutnya.
pihaknya bersama unsur TNI-Polri terus menyosialisasikan soal bahaya Karhutla kepada masyarakat Kota Banjarbaru.
Sosialisasi terus berjalan, terutama di titik rawan. BPBD Banjarbaru ungkap Zaini sangat terbantu dengan keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di beberapa kelurahan.
Dari MPA itulah, informasi karhutla bisa cepat diketahui. Mereka melaporkan bila ada karhutla, sembari berupaya memadamkan hingga tim BPBD datang dengan unit mobil pemadam.
Posko induk yang berada di BPBD Kota Banjarbaru tidak hanya fokus menangani covid-19, namun juga Karhutla di Kota Banjarbaru.
"Strategi kita saat ini dengan pembagian shif petugas di posko induk dan di lapangan. Namun, untuk anggaran karhutla sudah direfocusing ke penanganan covid-19.
"Untuk anggaran karhutla kita usulkan di anggaran perubahan. Untuk sementara ini, petugasnya digabung baik untuk covid-19 dan Karhutla," ujarnya.
Meski begitu, untuk peralatan sudah siap siaga. Saat ada informasi titik api, petugas akan langsung turun dibantu dengan damkar swasta dan MPA.
"Sejumlah kelurahan juga sudah ada MPA dengan anggota lima orang. Dari mereka ini informasi titik api cepat diketahui. Sehingga kebakaran bisa cepat ditangani dan tidak sampai meluas ke kawasan pemukiman," bebernya.
Untuk tahun, pihaknya memprediksi akan terjadi kemarau basah. Namun, pihaknya tetap waspada dalam hal penanganan karhutla di Banjarbaru.
"Semoga kemarau basah dan tidak berkepanjangan. Sehingga karhutla tidak meluas lagi di Banjarbaru," harapnya. (Tribunkakteng.com/nurholis huda).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/kebakaran-lahan-di-kalsel.jpg)