Breaking News:

Berita Tanahlaut

Didemo Mahasiswa Soal Mahalnya Elpiji, DPRD Tanahlaut Kalsel Janji Lakukan Ini

Aksi demonstrasi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Tanahlaut(Tala) mendapat apresiasi wakil rakyat setempat.

banjarmasinpost.co.id/idda royani
Aktivis PMII Tala menyampaikan aspirasinya di gedung DPRD Tala, Rabu (2/9) siang. 

Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Aksi demonstrasi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Tanahlaut (Tala) mendapat apresiasi wakil rakyat setempat.

Mereka menegaskan akan segera menindaklanjuti tiga aspirasi yang disuarakan mahasiswa tersebut yakni mengenai mahalnya harga gas elpiji tiga kilogram, penggunaan jalan negara oleh angkutan tambang, dan transparansi dana covid-19.

"Langkah pertama kami yakni menyampaikan ke pimpinan dan komisi terkait," tegas Joko Pitoyo, anggota Komisi II DPRD Tala yang memimpin pertemuan dengan pendemo, Rabu (2/9/2020).

Demo di Kantor DPRD Tala Kalsel, Aktivis PMII Tala Ancam Lakukan Ini

Travel: Kebun Buah Lintang Batang Kotim, Upaya Kurangi Ketergantungan Pasokan Buah dari Jawa

Selanjutnya komisi terkait akan segera membahas aspirasi tersebut dengan instansi serta pihak terkait. Termasuk dengan aparat penegak hukum karena persoalan jalan negara yang dilintasi angkutan tambang menyangkut tindakan justicia.

Begitu pula menyangkut melambungnya harga gas elpiji tiga kilogram, Joko menegaskan akan segera membahasnya dengan instansi terkait.

"Kebetulan soal elpiji masuk bidang komisi kami (Komisi III). Ini akan coba kami urai alurnya, dimana letak masalahnya sehingga mendadak harganya melambung," sebutnya.

Joko mengatakan berdasar informasi terkini yang didapat dari pihak Pemkab Tala, upaya penetrasi terhadap lonjakan harga gas elpiji mulai dilakukan melalui operasi pasar.

Operasi pasar mulai dilakukan sejak Selasa (1/9/2020) kemarin di Kelurahan Saranghalang. Sebanyak 280 tabung yang dilepas kepada masyarakat dengan harga merujuk harga eceran tertinggi (HET) Rp 19 ribu.

Lalu akan kembali dilakukan Kamis (3/9/2020) di Kelurahan Pelaihari, Selasa (8/9/2020) di Kantor Kelurahan Karangtaruna, dan dan Kamis (10/9/2020) di Desa Bumijaya Kecamatan Pelaihari.

"Kami akan terus mendorong upaya itu. Operasi pasar gas elpiji itu langkah cukup tepat dan perlu menjamah hingga ke desa-desa karena di desa tentu lebih mahal karena jauh dari kota," sebut Joko.

Sementara itu mengenai masalah armada tambang di jalan negara, pihaknya akan berkomunikask dengan Pemerintah Provinsi Kalsel. Hal ini mengingat kewenangan sektor pertambangan berada di provinsi.

"Jadi nanti setelah kami meneruskan ke provinsi, teman-teman mahasiswa bisa menindaklanjuti ke provinsi," cetus Sutrisno, anggota DPRD Tala. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved