Breaking News:

Berita Palangkaraya

Hujan Jarang Turun, Kebakaran Lahan Mulai Sering Terjadi di Palangkaraya

Kebakaran lahan mulai sering terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Pusdalops Karhutla Kalteng
Petugas saat memadamkan api pada lahan yang terbakar di Jalan George Obos 26 Palangkaraya, Sabtu (22/8/2020) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kebakaran lahan mulai sering terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Beberapa hari ini hujan mulai jarang turu, berdampak pada mengeringnya lahan yang ada di Jalan George Obos 26, pinggiran Jalan Induk lingkar luar dengan jarak sekitar 50 meter.

Lahan yang terbakar dengan ukuran 20 meter x 30 meter milik seorang warga.

Tim Patroli melakukan pencegahan dan pemadaman sekaligus memberikan imbauan kepada pemilik lahan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, Minggu (23/8/2020).

Pencurian di Rumah Kosong Marak di Palangkaraya Beberapa Minggu Terakhir ini

Kebakaran di Kejagung, Gubernur DKI Bersyukur Api Tidak Merambat ke Gedung Lain

Petugas menyampaikan maklumat Kapolda Kalimantan Tengah tentang larangan membuka hutan dan lahan dengan cara dibakar.

Sementara itu, Polsek Jajaran Polresta Palangkaraya meningkatkan kegiatan patroli mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Patroli sambang dan menyampaikan imbauan agar warga tidak membakar hutan dan lahan serta mensosialisasikan Maklumat Kapolda Kalimantan Tengah secara intens kepada masyarakat, ada ancaman sanksi hukum bagi warga yang membuka lahan dengan cara membakar.

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Rakumpit Bripka Rudianto dan Bripka Hengki, turun ke lapangan melakukan imbauan kepada warga.

Bripka Rudi panggilan akrabnya, memaparkan bahaya Karhutla serta ancaman hukuman bagi siapa pun yang dengan sengaja melakukan pembakaran dan mengakibatkan terjadinya kebakaran yang luas karena akan berdampak pada kabut asap.

"Kabut asap yang ditimbulkan akibat terjadinya Karhutla tidak hanya merugikan banyak orang, akan tetapi juga dapat membahayakan kesehatan kita semua, sebab itu, jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena bisa kena sanksi hukum," ujarnya.

tribunkalteng.com/ faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved