Rahasia Dapur

Kuliner Mahal Ikan Buntal, Lebih Beracun Dari Sianida Harga 1 Piring Rp 2 Jutaan

Kuliner lezat dan harga yang mahal, adalah daging ikan buntal. Tapi ikan ini lebh beracun dari sianida.

Editor: Nia Kurniawan
Foto oleh Brian Yurasits di Unsplash
Ikan Buntal bila benar dalam penanganannya maka dagingnya lezat, jadi kuliner mahal di Jepang. 

Ikan buntal memiliki empat gigi yang menyatu menjadi semacam paruh, yang mereka gunakan untuk memakan alga dan invertebrata.

Beberapa spesies yang lebih besar menggunakan paruh mereka untuk memecahkan kerang.

Ikan buntal ini berkulit kasar dan memiliki deretan duri yang berdiri saat mengembang.

Yang paling berbahaya, tentu saja, adalah zat beracun yang ditemukan di hati, kelenjar gonad, dan kulitnya.

Racun ini tidak hanya membunuh ikan lain, namun juga manusia.

Sajian kuliner fugu khas Jepang
Sajian kuliner fugu khas Jepang (ambar oleh takedahrs dari Pixabay)

Racun Mematikan Ikan Buntal

Tetrodotoxin membuat rasa ikan buntal sangat tidak enak, ditambah sebagian besar mematikan bagi ikan yang menelannya.

Sedangkan untuk manusia, racun saraf bisa sampai 1.200 kali lebih beracun daripada sianida.

Sederhananya, satu ikan buntal mengandung cukup racun untuk membunuh 30 orang dewasa yang sehat, dan saat ini belum ada penawar yang diketahui.

Gejala keracunan tetrodotoksin diawali dengan mati rasa lidah dan bibir sebelum korban mengalami sakit kepala, pusing, dan muntah.

Dalam skenario yang sangat buruk, detak jantung meningkat secara dramatis saat tekanan darah turun, dan korban mengalami kelumpuhan otot dan kesulitan bernapas.

Kematian akibat racun ini umumnya terjadi karena gagal napas, akibat otot diafragma berhenti berkontraksi, dan biasanya terjadi dalam waktu enam jam setelah menelan.

Mereka yang bertahan hidup 24 jam pertama setelah keracunan umumnya akan tetap hidup melewatinya.

Ethnobotanist Wade Davis meneliti racun ikan buntal di Haiti pada 1980-an dan berpendapat di sinilah gagasan zombie berasal - seperti yang diklaim oleh ahli sihir voodoo bahwa mereka dapat mengubah penduduk setempat menjadi mayat hidup.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved