Breaking News:

Kriminalitas Palangkaraya

Bandar Narkoba di Palangkaraya Tak Berkutik Diciduk Beserta 117 Paket Sabu Siap Edar

Dia ditangkap lengkap dengan barang bukti sabu sebanyak 117 paket dengan berat keseluruhan mencapai 52,1 gram.

polresta palangkaraya
117 Paket sabu siap edar 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Peredaran sabu di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, kian marak.

Ini terbukti, semakin banyak pelaku pengedar maupun penyalahgunaan narkotika di Kota Cantik yang ditangkap polisi selama pandemi covid -19 ini.

Salah seorang bandar narkoba yang diduga sudah sering berjualan barang haram tersebut di Kecamatan Rakumpit, Kamis (16/7/2020) mendekam di kamar tahanan Mapolresta Palangkaraya.

Ia kedapatan akan mengedarkan barang haram tersebut di Jalan Eka Sandehan, Kelurahan Petuk Ketimpun, Palangkaraya.

Bupati Lamandau Turun Langsung Berikan Bantuan Temui Warganya di Sejumlah Desa dan Kecamatan

Sebut Virus Corona dari Italia, Pria di Makassar Ancam Ledakkan Gerai McDonalds

Bandar Narkoba bernama Berhasani alias Sani berumur 44 tahun tersebut, tak bisa berkutik ketika polisi menangkapnya, dalam satu operasi.

Dia ditangkap lengkap dengan barang bukti sabu sebanyak 117 paket dengan berat keseluruhan mencapai 52,1 gram.

Kelakuan Sani berbinis barang haram tersebut, sudah dicurigai warga setempat sejak lama karena kerap bertemu dengan orang yang mencurigakan.

Akhirnya warga melaporkan tindakan Sani yang mencurigakan tersebut hingga dia ditangkap Rabu (15/7/2020) petang.

Kasat Resnarkoba Polresta Palangkaraya, Kompol Wahyu Edi Priyanto, Kamis (16/7/2020) menerangkan, pelaku merupakan seorang residivis kasus narkotika yang berhasil diringkus berkat adanya laporan dari masyarakat dan upaya penyelidikan yang dilakukan oleh anggotanya.

“Kami mengkategorikan pelaku sebagai bandar besar peredaran narkoba di Palangkaraya ini, dalam operasi penangkapannya dari tangannya kami amankan sebanyak 117 paket sabu-sabu seberat 52,1 Gram yang sudah siap edar dan omzet penjualannya bisa mencapai puluhan juta rupiah,” ujarnya.

Akibat barang haram tersebut, pelaku kini harus mendekam di rutan Polresta Palangkaraya untuk menjalani proses penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut, demi mengungkap jaringan peredaran illegal narkotika di Kota Palangkaraya lainnya.

"Akibat perbuatanya, dia terancam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan pidana penjara maksimal 20 tahun,” ujar Wahyu.

tribunkalteng.com / Faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved