Breaking News:

Kriminalitas Katingan

Dicabuli Dua Pegawai dan Kades di Katingan, Korban Hamil Lima Bulan

Selain memeriksa para tersangka, polisi juga memintai keterangan korban yang masih belia di Mapolres Katingan.

polres katingan
Tiga Pelaku pencabulan anak dibawah umur diamankan polisi untuk proses hukum di Mapolres Katingan, Kota Kasongan. 

TRIBUNKALTENG.COM, KATINGAN - Perbuatan cabul yang dilakukan oleh oknum kades dan dua stafnya terhadap pelajar SMA di bawah umur terus didalami oleh pihak kepolisian setempat.

Selain memeriksa para tersangka, polisi juga memintai keterangan korban yang masih belia di Mapolres Katingan.

Polisi juga membawa korban ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan kesehatannya.

"Kami mengamankan tersangka Hen dan Alw, Selasa (7/7/2020) malam sedangkan Nik, Rabu (8/7/2020) dinihari. Akibat tindakan dari tiga tersangka, hasil pemeriksaan dokter, korban saat ini hamil 5 bulan,” ujar Kasatreskrim Polres Katingan, Iptu Adhi Heriyanto.

Masih di Bawah Umur, Remaja di Katingan Dicabuli Kades dan Dua Pegawai hingga Delapan Kali

Sudah Lima Hari Lagu Kepastian Trending Nomor Satu di Youtube, Aurel Hermansyah Speechless

Diungkapkan Kasatreskrim, para tersangka melakukan aksinya selalu mengancam korban.

Lebih jauh dia mengungkapkan, tersangka Nik (24) melakukan perbuatan cabul sebanyak tiga kali di Perumahan Guru, BTN Kasongan Baru dan Tambang Emas Desa Talian Kereng, Kecamatan Katingan Hilir.
"Tersangka memaksa walaupun korban melawan karena tidak berdaya dan di bawah tekanan sehingga terjadi persetubuhan itu," ujar Kasat.

Demikian juga dengan, Tersangka Alw (39) mencabuli satu kali di ladang atau kebun Desa Tewang Manyangen.

"Dia melakukannya saat masa tanam padi, korban dibujuk untuk diantar pulang, di tengah jalan tersangka berhenti dan mendorong korban hingga jatuh ke semak. Korban melawan namun tersangka mengancam untuk tidak membicarakan ke orang lain," ujarnya.

Sedangkan tersangka oknum Kades inisial Hen (47) melakukan persetubuhan sebanyak empat kali, saat ada acara hajatan, korban diminta untuk ke rumah Kepala Desa.

Di sana tersangka mengikuti korban, sesampai di rumah, tersangka menarik tangan korban dan memaksa.

Halaman
12
Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved