Breaking News:

Berita Kotim

Jalan Lingkar Selatan Sampit Rusak, Truk Angkutan Sawit Masuk Jalan dalam Kota

Truk angkutan sawit ini setiap hari beroperasi di jalan umum dalam kota yang ada di Sampit.

tribunkalteng.com/fathurahman
Kendaraan truk angkutan minyak kelapa sawit yang berplat bukan asal Kalteng masih marak beroperasi di Kotawaringin Timur untuk pengangkutan hasil kebun sawit. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Operasional truk angkutan hasil perkebunan kelapa sawit seperti pengangkut tandan buah segar sawit (TBS) maupun crude palm oil (CPO) yang ada di Kalimantan Tengah, masih marak beroperasi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Truk angkutan sawit ini setiap hari beroperasi di jalan umum dalam kota yang ada di Sampit.

Mereka beralasan jalan lingkar selatan Sampit, untuk sarana mereka lalui masih rusak.

Para sopir menggunakan jalan dalam kota untuk pengapalan CPO atau membawa angkutan TBS ke Pelabuhan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara , Kotim.

UPDATE Corona Indonesia 13 Mei: Terinfeksi Capai 14.749, Pemerintah Sebut Dampak PSBB

Menurutmu Apa Saja Kehebatan Orang Bugis Makassar? Jawaban Soal SD Kelas 4-6 Belajar dari Rumah TVRI

Banjir di Desa Bukit Rawi Menyurut, Kendaraan Motor Bisa Melintas, Begini Kondisinya

Yang lebih parah lagi, truk pengangkut hasil kebun sawit tersebut ternyata banyak yang bukan berplat Kalteng.

Mereka mengangkut hasil sawit dengan tonase besar melebihi kemampuan jalan di atas 8 ton, berpotensi membuat jalan umum menjadi mudah rusak dan jadi sorotan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran.

Orang nomor satu di Kalteng ini, menilai, keberadaan truk pengangkut CPO maupun TBS bukan plat Kalteng tersebut, tidak ada kontribusinya karena pengurusan pajak kendaraan bukan di Kalteng, sebaliknya angkutan tersebut hanya merusak jalan.

Dia, meminta agar truk plat non Kalteng mengubahnya atau dimutasi ke Plat Kalteng, sehingga ada pemasukan untuk Kalteng.

"Kami selalu minta agar mereka melakukan mutasi plat kendaraan ke Kalteng, agar ada kontribusi untuk Kalteng untuk perbaikan jalan," ujar Sugianto.

Sementara itu, jalan lingkar selatan mengalami kerusakan parah, karena belum dilakukan perbaikan oleh Pemprov Kalteng.

Banyak truk CPO dan pengangkut TBS yang memilih jalan dalam kota sebagai alternatif jalan lewat .

Subandi salah seorang warga Sampit mengaku sering was-was saat berkendaraan, karena, lalu-lalang truk pengangkut CPO dan TBS tersebut sering membuat pengendara sepeda motor maupun mobil pribadi cemas.

"Kadang sopirnya ugal-ugalan saat melintas di jalan umum, sehingga sangat membahayakan pengendara karena sering terjadi kecelakaan," ujarnya.

tribunkalteng.com / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved