Pertambangan di Kalteng

Royalti dari Hasil Tambang Batu Bara di Kalteng Naik Terus

Pendapatan asli daerah Kalteng dari sektor pembayaran royalti terus meningkat karena tidak terdampak pada pandemi Covid-19

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Saat air Sungai Barito, Kalteng, sedang pasang, tongkang pengangkut batu bara ini leluasa melintasinya. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Royalti dari setiap produksi hasil bumi berupa tambang batu bara di Provinsi Kalimantan Tengah trennya mengalami kenaikan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalteng, Ermal Subhan, Senin (4/5/2020), tentang pergerakan royalti yang dari bulan ke bulan terus mengalami kenaikan.

Atas situasi yang demikian, dia optimis pendapatan daerah Kalteng dari sektor pembayaran royalti terus meningkat karena tidak terdampak pada pandemik virus corona atau Covid-19 .

Dikatakan Ermal, pihaknya terus melakukan pengawasan perusahaan pertambangan batu bara yang beroperasi di Kalteng tersebut terutama untuk pembayaran royaltinya.

Update Senin : Pasien Covid-19 di Kalteng Kini 180 Orang, Tersebar di Semua Kabupaten/Kota

Cegah Penyebaran Covid-19, Polisi Palangkaraya Cegat Warga Tak Pakai Masker

Pembangunan Fisik Hampir Selesai, RSDS Palangkaraya Segera Realisasikan Laboratorium Covid-19

BPS Kalteng Sebut Ekspor Batu Bara Cenderung Meningkat

Sehingga, ada pemasukan asli daerah untuk Kalteng yang nantinya bisa dipakai untuk pembangunan Bumi Tambun Bungai.

“Selama ini, produksi batu bara dan bahan tambang lainnya di Kalteng terus berjalan dengan lancar. Kami juga terus berupaya melakukan pengawasan royalti dan situasi pertambangan. Harapan kami, royalti terus meningkat dari tahun ke tahun hingga bisa melebihi target yang ditetapkan,” ujarnya. 

Berdasarkan catatan, royalti pertambangan Kalteng tahun 2015 mencapai Rp 531 miliar, berlanjut tahun 2016 mencapai Rp 951 miliar, naik lagi menjadi Rp 1,7 triliun pada tahun 2017, bahkan mencapai Rp 2 triliun pada tahun 2018, kemudian kembali naik menjadi Rp 2,2 triliun pada tahun 2019 lalu.

Masih kata Ermal Subhan, dari hasil perhitungan pihaknya, hingga Maret 2020  jumlah setoran untuk royalti dari sektor pertambangan sudah naik hingga mencapai Rp 604.306.240.212 dari target Rp 967 miliar.

"Pada bulan sebelumnya setoran royalti Kalteng menembus angka Rp 400 miliar," ujarnya.

(Tribun Kalteng/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved