Pertambangan di Kalteng

BPS Kalteng Sebut Ekspor Batu Bara Cenderung Meningkat

Ekspor batu bara tidak terpengaruh dengan wabah virus corona atau Covid-19 yang kini masih berlangsung di Kalteng.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng mencatat kenaikan eskpor batu bara meski saat ini masih terjadi pendemi Covid-19, Senin (4/5/2020). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Selama terjadi pandemi virus corona atau Covid-19 di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), ekspor hasil tambang ini tidak menurun dan malah trennya naik.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Yomin Tofri, didampingi Kabid Statistik Distribusi, Bambang Supriono, Senin (4/5/2020), mengungkapkan, usaha masyarakat secara umum di Kalteng mengalami penurunan.

Di antaranya, usaha perhotelan, jasa transportasi dan akomodasi lainnya, juga UMKM menurun.

Namun menurut BPS Kalteng untuk jenis ekspor hasil tambang khususnya bahan bakar mineral seperti batu bara, tidak terpengaruh dengan wabah virus corona atau Covid-19  yang kini masih berlangsung di Bumi Tambun Bungai.

Kabid Statistik Distribusi, BPS Kalteng, Bambang Supriono, menjelaskan, total ekspor selama Maret 2020 senilai US$ 204,14 juta atau naik 8,80 persen. Meski, total impor hanya senilai US$1,94 juta. Total nilai ekspor naik 8,80 persen dari US$187,63 juta (Februari 2020) menjadi US$ 204,14 juta (Maret 2020).

Update Senin : Pasien Covid-19 di Kalteng Kini 180 Orang, Tersebar di Semua Kabupaten/Kota

Peduli Tenaga Medis, Polda Kalteng - Korem 102 Panji Panjung Bagikan 350 Makanan Sahur

Hore, Biar Telat Bayar Pajak Motor Tak Kena Denda di Samsat Kalteng, Keringanan karena Corona

NEWSVIDEO Sekitar 91 Tahun Terkubur di Kalteng, Jasad Pangeran Antasari Dipindahkan ke Banjarmasin

Bahan bakar mineral terutama tambang batu bara merupakan kelompok komoditas andalan ekspor di Kalteng senilai US$129,92 juta atau berkontribusi 63,64 persen terhadap total ekspor untuk Kalteng.

"Jepang merupakan negara tujuan ekspor paling utama senilai US$72,90 juta atau berkontribusi 35,71 persen terhadap total ekspor," ujarnya.

Sementara itu, pantauan di Sungai Barito, Kalimantan Tengah, untuk jalur produksi tambang batu bara maupun di Sungai  Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur, kapal-kapal pengangkut bijih besi berlayar lancar.

Hasil tambang untuk bahan bakar mineral tersebut selama ini untuk dikirimkan ke tempat tujuan ekpor terutama Jepang, ini karena didukung debit air sungai tinggi sehingga kapal tongkang pengangkut batu barat bisa  dimilirkan dengan lancar.

Sedangkan beberapa bulan sebelumnya, sempat terkendala saat musim kemarau karena debit air sempat mengalami surut, sehingga arus lalu lintas pelayaran juga tersendat.

(Tribun Kalteng/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved