Taman Nasional Sebangau

Susuri Sungai Sambil Menikmati Objek Wisata dan Hutan Konservasi Taman Nasional Sebangau

Berpetualang menyusuri Taman Nasional Sebangau memang mengasyikkan saya dari Media Banjarmasinpost.co.id / Tribun Kalteng.com berkesempatan

Susuri Sungai Sambil Menikmati Objek Wisata dan Hutan Konservasi Taman Nasional Sebangau
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Camp Punggualas yang dikelola oleh warga Sekitar TN Sebangau, Katingan. 

TRIBUNKALTENG.COM, KATINGAN - Berpetualang menyusuri Taman Nasional Sebangau memang mengasyikkan saya dari Media Banjarmasinpost.co.id / Tribun Kalteng.com berkesempatan diajak oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) menelusuri Taman Nasional Sebangau di Kabupaten Katingan.

TN Sebangau wilayahnya cukup luas hingga mencapai sekitar 568.700 hektare, yang masuk dalam tiga daerah administrastif yakni Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulangpisau dan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Bersama dengan kawan media lainnya di Palangkaraya , Kalimantan Tengah, dari Palangkaraya, menggunakan minibus, kami bertolak ke arah Kabupaten Katingan menempuh jarak sekitar dua jam setengah hingga tiba di Dermaga Kelotok di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Kalteng.

Kabar Gembira! Harga BBM Pertamina Turun Per 5 Januari 2020, Ini Rinciannya, Harga Bensin dan Solar?

Serunya Berpetualang Masuk Dalam Hutan Konservasi Taman Nasional Sebangau, Masih Alami & Terjaga

Mantan Istri Sule Meninggal, Kenali Macam-macam Penyakit pada Lambung Seperti Diderita Lina

Sesampai di dermaga kelotok Desa Baun Bango tersebut, untuk menuju lokasi Taman Nasional Sebangau, tepatnya di Camp Punggualas, diperlukan lagi naik Kapal Wisata Susur Sungai atau Longboat ke lokasi dengan menyusuri Sungai Katingan.

Menyusuri sungai dari dermaga menuju lokasi memerlukan waktu sekitar satu jam. Dalam perjalanan kita bisa menikmati pemandangan hutan alami yang ada di sepanjang perjalanan juga banyak spot-spot untuk pemancingan ikan, karena lokasi pinggiran Sungai Katingan ada warga yang datang untuk memancing.

Satu jam perjalanan naik kapal susur Sungai, tibalah di dermaga Punggualas, merupakan kawasan TN Sebangau yang dikelola oleh masyarakat Desa Keruing yang ada di sekitar TN Sebangau, Katingan. Singgah di dermaga, perjalanan menuju camp Punggualas masuk dalam kawasan hutan konservasi.

Dari sini, kami kembali melanjutkan perjalanan lewat jalan setapak sekitar 1.200 meter atau satu kilometer lebih memasuki hutan TN Sebangau, hingga sampai di Camp Talali, merupakan satu tempat untuk rehat pengunjung yang datang ke lokasi hutan konservasi ini.

Belum tuntas sampai disitu, kami harus melajutkan perjalanan lagi menuju camp inti Punggualas menempuh jarak sekitar satu jam perjalanan mengguakan kelotok bermesin alkon milik masyarakat dengan perjalanan melalui abak sungai di dalam kawasan TN Sebangau.

Petualangan menelusuri TN Sebangau ini, penuh tantangan, karena dalam menelusuri anak sungai dalam kawasan TN Sebangau ini hanya menggunakan kelotok berpenumpang paling banyak empat orang, karena ketinggian air dari dasar hanya sekitar satu meter saja.

"Jika airnya surut maka kelotok tidak bisa lewat, sehingga untuk bisa sampai ke lokasi Camp Pungulas, dicari pada saat air sungai pasang, karena jika surut bisa terjebak ditengah hutan, karena airnya dangkal," ujar Sulaiman salah satu motoris kelotok.

Halaman
12
Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved