Breaking News:

Dua Anggota Banser Dikafirkan Lantaran Menolak Teriak Takbir, Trending Twitter

Dalam video tersebut, terlihat 2 orang Banser mengenakan seragam bicara dengan seorang yang merekam video sambil menunjuk-nunjuk mereka.

Editor: Mustain Khaitami
YOUTUBE via Tribunjateng.com
Dua Anggota Banser Dikafirkan Gegara Menolak Teriak Takbir, Trending Twitter. 

TRIBUNKALTENG.COM -  Dua Anggota Banser Dikafirkan Gegara Menolak Teriak Takbir, Trending Twitter.

Sebuah video viral di linimasa saat 2 orang Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) tidak mau meneriakkan takbir.

Video tersebut viral lalu tagar Kami Bersama Banser trending Twitter hari ini, Rabu (11/12/19).

Dalam video yang diunggah akun Twitter Nadhatul Ulama, terlihat 2 orang pria berseragam banser dimaki kafir gegara tak ucap takbir.

Dalam video tersebut, terlihat 2 orang Banser mengenakan seragam bicara dengan seorang yang merekam video sambil menunjuk-nunjuk mereka.

Dianggap Menghina Tokoh NU, Banser dan Ansor Kalteng Laporkan Akun Facebook Ini ke Polda

Kasus Penggal Kepala Bocah SD di Katingan Hulu, Berawal Korban Minta Ini ke Pelaku

Cari Tahu Sainganmu, Cek Jumlah Pelamar Tiap Formasi Pendaftaran CPNS 2019 di Sini

Tampak pria yang menghadang 2 banser itu memanggil 2 Banser dengan sebutan monyet.

Lalu, pria yang terlihat memakai topi hitam itu meminta E-KTP 2 Banser itu.

Salah satu anggota Banser tersebut tampak bertanya balik alasan pria itu meminta E-KTP.

Percakapan kemudian berlanjut dengan mempertanyakan alasan dua anggota Banser berada di Jakarta.

Dalam video itu, tampak percakapan itu terjadi di seberang sebuah toko roti.

Anggota Banser itu kemudian menjawab kalau keberadaan mereka di Jakarta terkait Gus Muwafiq.

Orang yang merekam video itu kemudian meminta dua anggota Banser tersebut untuk mengucap takbir namun anggota Banser itu mempertanyakan alasan mengapa dia harus mengucap takbir saat itu.

"Takbir, Allahuakbar. Lu Islam bukan?" ucap pria berkaus hitam.

"Islam, kenapa?" balas Anggota Banser.

"Ya udah, takbir," ucap pria berkaus hitam.

"Buat apa?" tanya Anggota Banser.

"Kok buat apa? Kafir dong lu! Eh tar dulu takbir dulu kalau muslim, orang Islam harus takbir," ujar pria berkaus hitam itu.

"Islam itu cukup ucapkan kalimat syahadat," jawab Anggota Banser.

Mendengar jawaban tersebut pria berkaus hitam kemudian menyatakan kalau kalimat syahadat adalah ucapan bagi orang di luar Islam yang hendak masuk Islam.

Dia meminta anggota Banser itu untuk tak mengajarinya dan kemudian memaki kedua anggota Banser itu sambil mengancam akan mencegat keduanya serta menyebut-nyebut jawara.

Kedua anggota Banser itu kemudian pergi menggunakan sepeda motor.

Llau, video berdurasi 1 menit 2 detik itu viral.

Melalui akun Nadhatul Ulama @nahdlatululama, menuliskan cuitan untuk menanggapi video tersebut.

Akun @nahdlatululama menegaskan bahwa islam yang baik tidak mudah mengkafirkan orang.

Setelah itu, akun @nahdlatululama menyebut dalam video tersebut adalah Eko, anggota Banser di Depok.

"Islam yang benar tidak mudah mengkafirkan. Peristiwa ini terjadi di Pd. Pinang, Jaksel. Eko adalah Kader Banser kota Depok yang membanggakan, tdk emosional & menjawab dengan akhlaq terpuji. Sementara yg memaksa takbir ini, justru mencoreng wajah Islam dengan paksaan dan makian," tulis akun @nahdlatululama.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, polisi tengah menyelidiki dugaan persekusi terhadap anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama ( Banser NU).

Peristiwa itu terjadi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/12/2019), dan viral di media sosial.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi. "Belum ada penetapan tersangka, masih penyidikan. Masih mencari alat bukti dan saksi-saksi," ujar Yusri saat dikonfirmasi, Rabu (11/10/2019).

Yusri mengungkapkan, penyidikan kasus itu ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

"Masih disidik ya, masih didalami di (Polres) Selatan ya," ungkap Yusri. (Tribunjateng.com/ Wahyu Ardianti Woro Seto)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com


Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved