Kalteng Kita

Dianggap Menghina Tokoh NU, Banser dan Ansor Kalteng Laporkan Akun Facebook Ini ke Polda

Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kalteng, dibuat meradang oleh postingan sebuah akun Facebook.

Dianggap Menghina Tokoh NU, Banser dan Ansor Kalteng Laporkan Akun Facebook Ini ke Polda
Istimewa
Ketua Satkorwil Banser Kalteng Masykur, Ketua PW Lakpesdam NU Kalteng Roziqin, Ketua GP Ansor Elly Saputra, foto bersama usai melaporkan dugaan ujaran kebencian sebuah akun Facebook di Polda Kalteng, Senin (18/3/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kalteng, dibuat meradang oleh postingan sebuah akun Facebook.

Betapa tidak, akun yang menggunakan nama Afrimumanto itu secara terbuka menyebut beberapa tokoh Nadhdlatul Ulama (NU), seperti Ketua Umum PB NU Said Aqil Siraj dengan kalimat yang kasar dan dinilai sebagai penghinaan.

2 WNA Asal Malaysia Tewas, Ini Penjelasan Gubernur NTB Soal Gempa Bumi di Lombok Timur

Meme Lucu Aksi Timpuk Telur ke Kepala Senator, Ada Sebutan In Egg Boy We Trust

"Akun Facebook dari Afrimumanto tidak hanya melecehkan dan menghina, tapi juga mengandung fitnah dan ujaran kebencian terhadap kiai NU," tegas Elly Saputra, Senin (18/3/2019).

Tidak hanya Said Aqil Siraj, nama KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur juga disebut-sebut dalam postingan dimaksud. Padahal selain diketahui sebagai mantan Presiden RI dan Ketua Umum PBNU, Gus Dur juga dikenal sebagai salah satu kiyai yang berpengaruh.

"Kami pengurus GP Ansor dan Badan Otonom NU Kalteng merasa resah dan dirugikan karena penghinaan dan fitnah terhadap ulama NU. Kami tidak bisa terima dengan ujaran kebencian seperti itu dan meminta agarKapolda Kalteng melakukan pengusutan serta proses hukum kepada pemilik akun," timpal Elly didampingi Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM (Lakpesdam) NU Kalteng M Roziqin usai penyampaian laporan ke Ditreskrimsus Polda Kalteng.

Dalam data yang ada, akun Facebook Afrimumanto menulis berasal dari Purukcahu, Kalteng. Bahkan akun itu diketahui masih aktif hingga Senin pagi.

"Dalam hal ini, kami minta pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap akun tersebut karena postingannya yang meresahkan. Rencananya, Kamis yang akan datang kami kembali akan ke Polda Kalteng untuk mempertanyakan kelanjutan penanganan kasus yang sudah dilaporkan tadi," kat Roziqin. (Tribunkalteng.com/Mustain Khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved