Ensiklopedia
Film G30S/PKI, Komentar Milenial dan Adanya Rekonstruksi Visual yang Agak Dicomot
Bagi mereka yang lahir di bawah tahun 1990-an tentu pernah mengalami hal ini, nonton bareng bersama keluarga, saksikan film Pengkhianatan G30S/PKI di
Sebab, dibalik pembuatan itu, ada sosok sutradara politik yang memang benar-benar mengarahkan dari isi film tersebut.
Yang dikabarkan pembuatan film waktu itu menghabiskan biaya sampai Rp 800 juta untuk di tahun 1983.
Niatnya untuk menjadikan film bermuatan sejarah, akan tetapi ada adegan-adegan yang memang tak sesuai dengan objektivitas sejarah.
“Hingga menjelang turunnya Soeharto hanya ada satu versi untuk melihat peristiwa G30S, yakni versi film Pengkhianatan G30S/PKI garapan Arifin C. Noer."
"Ada sebuah rekonstruksi visual yang agaknya dicomot langsung dari kepala Soeharto, superhero satu-satunya dalam film tersebut,” tulis Eros Djarot, dkk., menyadur dari buku berjudul Siapa Sebenarnya Soeharto: Fakta dan Kesaksian Para Pelaku Sejarah G30S/PKI.
Nah, siapa itu sebenarnya Arifin C Noer.
Mari mengenal sosok ini.
Mengutip buku Leksikon Kesustraan Indonesia Modern (1990), pria bernama Arifin C Noer, lahir pada 10 maret 1941 di Cirebon Jawa barat.
Dirinya mengikuti pendidikan di Fakultas Sosial Politik Univeristas Cokroaminoto, Yogyakarta hingga tingkat doktroan.
Pernah aktif dalam teater Muslim pimpinan Mohammad Diponegoro.
Dan Bengkel Teater di Yogyakarta.
Kemudian membuat pendidikan dan memimpin teater kecil di jakarta sejak 1968.
Tahun 1972 sampai 1973 mengikuti Internasional Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City Amerika Serikat.
Sudah hasilkan buah karya kumpulan sajak Nurul Aini 1963, Siti Aisah 1964.
Ada puisi-puisi yang kehilangan pusi-puisi 1967, selamat pagi jajang 1979.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribunkaltengcom-arifin-c-noer-pengkhianatan-g30spki.jpg)