Polisi Koboi Berondong Senior dengan 7 Peluru, Begini Sosok Brigadir Rangga Tianto

Penembakan yang dilakukan Brigadir Rangga Tianto terhadap rekan seprofesinya, Bripka Rahmat Efendy, masih dalam penyelidikan mendalam.

Polisi Koboi Berondong Senior dengan 7 Peluru, Begini Sosok Brigadir Rangga Tianto
KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Penembakan yang dilakukan Brigadir Rangga Tianto terhadap rekan seprofesinya, Bripka Rahmat Efendy, masih dalam penyelidikan mendalam.

Bripka Rahmat Efendy yang tewas akibat berondongan 7 peluru oleh juniornya itu merupakan staf Polair Korpolairud Baharkam Polri.

Direktur Polair Baharkam Polri Brigjen Lotharia Latif menilai Rangga sebagai sosok yang bertanggung jawab dan disiplin dalam menjalankan tugasnya.

Kata Latif, Rangga belum pernah memiliki catatan buruk selama bertugas. Ia juga diketahui tak pernah memiliki masalah dalam keluarganya.

Brigadir RT Berondong Seniornya dengan 7 Peluru, Begini Kronologi dan Motif Aksi Pelaku

Laga Sepak Bola di Liga Spanyol Hanya Bisa Disaksikan Sabtu dan Minggu di Bulan Agustus Ini

Bupati Kudus Kena OTT, KPK: Sebelumnya Sudah Ada Dugaan Suap Pengisian Jabatan

"(Brigadir Rangga) bertugas di Polair sudah cukup lama. Sejauh ini, yang bersangkutan bertugas seperti biasa, wajar, tidak ada catatan buruk baik itu etika, kedisiplinan, maupun pidana," ujar Latif saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (26/7/2019).

Latif mengaku menyesalkan perbuatan Rangga yang menembak rekannya karena terpancing emosi.

Ia menyerahkan proses hukum Rangga kepada profesi dan pengamanan (Propam) Polri.

"Kita menyesalkan dan sungguh tidak menduga ada kejadian sepert ini. Kita serahkan sepenuhnya kepada penyidik proses pemeriksaannya," ungkap Latif.

Seperti diketahui, peristiwa penembakan terjadi di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/7/2019) pukul 20.50.

Anggota polisi, Bripka Rahmat Efendy, tewas ditembak rekannya sesama anggota polisi, Brigadir Rangga Tianto.

Peristiwa penembakan itu diduga disebabkan oleh Brigadir Rangga yang terpancing emosi.

Ia pun menembak Bripka Rahmat sebanyak tujuh kali tembakan pada bagian dada, leher, paha, dan perut menggunakan senjata api jenis HS 9. Akibatnya, Bripka Rahmat tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved