Densus 88 Gerebek Barak di Palangkaraya

Densus 88 dan Polisi Amankan Dua Keluarga dalam Penggerebekkan di Sebuah Barak Palangkaraya

Densus 88 dan Polisi Amankan Dua Keluarga dalam Penggerebekkan di Sebuah Barak Palangkaraya

Densus 88 dan Polisi Amankan Dua Keluarga dalam Penggerebekkan di Sebuah Barak Palangkaraya
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Dalam proses penggerebekkan tersebut, wartawan dibatasi untuk ambil video fan gambar, dengan jarak sekitar 20 meter, sehingga memang agak sulit untuk mendapatkan gambar aktifitas dalam barak apalagi malam hari. 

Petugas sempat mengamankan sejumlah orang, yang kabarnya baru beberapa minggu ini menempati barak tersebut, namun belum ada kepastian apakah kawanan yang digerebek tersebut adalah kelompok teroris atau bukan, karena sejak barak tersebut di gerebek sore hingga malam hari, belum ada keterangan resmi polisi.

Bahkan, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kalteng, Kombes Pol Agung Prarsetyoko, saat ditanya wartawan tidak memberikan komentar sedikit pun terkait penggerebekkan barak dan mengamankan sejumlah penghuninya tersebut.

Meski begitu warga di TKP mengakui, memang ada beberapa orang yang menyewa barak tersebut, sekitar tiga minggu ini, sehingga warga pun belum terlalu jauh mengenal mereka yang kabarnya tertutup dengan warga setempat.

"Memang selama sekitar tiga minggu ini mereka menyewa kamar barak tapi kami belum begitu kenal mereka," ujar Haswansah, salah satu warga setempat.

Beda Logat

Penggerebekkan sebuah barak atau kos di Jalan Pinus Permai III Kelurahan Panarung , Kecamatan Pahandut Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (10/6/2019) masih menjadi tanda tanya kalangan masyarakat.

Beberapa warga setempat, yang sempat berdialog dengan penghuni barak memastikan bahwa dua keluarga yang menghuni barak tersebut bukan orang asli Kalimantan Tengah, karena logat bicara adalah logat orang luar Kalteng.

"Yang pasti mereka bukan orang Kalteng, karena logatnya tidak sama dengan kita, mereka adalah pendatang. Saya menduga, dari gaya bicaranya seperti dari Sulawesi, mereka baru dua mingguan tinggal di barak itu. Selama ini, kurang bergaul dengan kami, mungkin karena baru," ujar Yati, salah satu warga yang dekat dengan barak tersebut.

Lebih jauh dia mengatakan, penggerebekkan dilakukan mulai sore sekitar pukul 17.00 wib,hingga malam hari, dan pihaknya juga tidak mengerti kesalahan dari pendatang tersebut, sehingga digerebek puluhan polisi bersenjata.

Dia mengaku, sempat kaget ketika melihat banyak polisi ramai-ramai mendatangi rumah kos disebelah tempatnya tersebut. Penggerebekkan tersebut layaknya, menangkap kelompok jaringan terlarang." Ada yang bilang penggerebekan terduga teroris,"ujarnya

Dikatakan, dia sempat melihat polisi sempat mengamankan sekitar delapan orang yang tinggal di kamar nomor 5 dan 6, diantaranya 4 orang anak usia dini, 2 orang perempuan dan 2 orang laki-laki yang langsung digelandang ke dalam mobil polisi.

(banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved