Gempa Bumi Donggala Palu

Gempa Masih Sering Terjadi, Ratusan Warga Sulteng Mengungsi ke Balikpapan

Para korban untuk sementara ditampung di tenda-tenda pengungsian yang dibangun TNI-AU, sekitar Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan.

TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Ratusan warga dievakuasi dari Palu ke Balikpapan, Selasa (2/10/2018) pagi. Total 520 warga korban bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala tiba di base ops Lanud Balikpapan. Mereka diangkut 2 pesawat TNI AU. 

TRIBUNKALTENG.COM, BALIKPAPAN - Korban korban gempa dan tsunami Palu, Donggala, Palu, Sigi, Sulawesi Tengah yang selamat mulai berdatangan mengungsi ke Kota Balikpapan.

Setelah 100 warga tiba dan ditampung di Kantor Bea Cukai Wilayah Kaltim Bagian Timur, Selasa (2/1) kemarin 225 warga Sulteng masuk Balikpapan.

Mereka datang menggunakan pesawat Hercules A-1330 pukul 17.45 Wita langsung dari Palu. Pagi harinya, sudah ada beberapa penerbangan bolak-balik pesawat Hercules milik TNI-AU.

Ada sekitar 683 orang yang dievakuasi dari Palu dan Donggala.

Hingga penerbangan terakhir, sebanyak 908 orang korban gempa dan tsunami sudah berhasil dievakuasi ke Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan.

Baca: #RaisaMeetSutopo Viral, Warganet Minta Raisa Bertemu Humas BNPB yang Lawan Kanker

Baca: Dua Hari Hilang dan Ditemukan Mengapung di Sungai Mentaya, Wajah dari Jasad Sopir Travel Itu Lebam

Baca: Posting Foto Wanita Minum Racun Serangga, Kiki The Potters Tujukan Untuk Nikita Mirzani?

Para korban untuk sementara ditampung di tenda-tenda pengungsian yang dibangun TNI-AU, sekitar Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan.

"Ini merupakan pesawat terakhir hari ini. Kita akan terbangkan lagi besok. Sebanyak 6 pesawat Hercules TNI-AU dan 3 pesawat tipe CN 295 akan melayani evakuasi warga dari Palu," ujar petugas TNI-AU kepada Tribunkaltim.co, di base ops Lanud Dhomber Balikpapan.

Pantauan Tribun di lapangan, tampak kesedihan di wajah para korban yang telah tiba di Balikpapan. Seorang ibu-ibu bahkan menangis usai turun dari pesawat Hercules.

"Alhamdulillah ya Allah, keluarga ku ya Allah, anak-anakku," teriaknya sembari dibantu berjalan oleh anggota Polisi.

Tidak hanya itu, beberapa wanita dewasa dan anak-anak pingsan sesaat keluar dari pesawat Hercules. Diketahui mereka kekurangan oksigen saat berada di dalam pesawat, bagaimana tidak, 225 orang berhimpitan dan berdiri dalam sebuah pesawat.

Petugas medis gabungan TNI-Polri yang bertugas saat itu langsung menjemput dengan ambulance ke dalam area landasan pesawat.

Namun rasa syukur juga menyelimuti mereka karena sudah keluar dari daerah mereka yang terkena bencana alam gempa dan tsunami. "Saya takut mas disana, gempa masih sering terjadi setiap hari. Suami saya meninggal, alhamdulillah sampai ke sini (Balikpapan) dengan anak saya. Saya tidak tahan disana mas," jelas Rahmina Ayu.

Sementara, 87 orang korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mendapatkan penanganan medis setibanya di Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan Selasa (2/10). Korban yang mengeluh sakit langsung mendapat penanganan medis dari tim gabungan TNI-Polri. Bahkan beberapa di antaranya dirujuk ke rumah sakit terdekat.

"Hingga sore kemarin sekitar 87 orang kami tangani, dan 13 orang dirujuk ke rumah sakit," kata Bripda Rizky Aprilia dari Biddokes Polda Kaltim.

Keluluhan yang dialami korban bervariasi, mulai patah tulang, gatal, mual, demam, hingga ibu-ibu hamil. Kebanyakan yang dialami korban saat ini adalah trauma akibat bencana tersebut. "Untuk saat ini mereka sangat traumatik. Ada beberapa yang kita rujuk untuk masalah ini," tambahnya.

Korban tersebut dirujuk dibeberapa rumah sakit terdekat, di antaranya Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Tentara, Rumah Sakit AURI, RSUD Kanudjoso, dan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Ratusan Warga Sulteng Mengungsi ke Balikpapan, Trauma Gempa masih Sering Terjadi, http://kaltim.tribunnews.com/2018/10/03/ratusan-warga-sulteng-mengungsi-ke-balikpapan-trauma-gempa-masih-sering-terjadi.

Editor: Sumarsono

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved