Kabar Kalsel

Warung Makan Kedapatan Menggunakan Elpiji 3 Kg, Ini yang Terjadi

Dua rumah makan kedapatan menggunakan tabung gas elpiji tiga kilogram untuk warga miskin itu sebanyak tiga tabung per hari.

Warung Makan Kedapatan Menggunakan Elpiji 3 Kg, Ini yang Terjadi
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Warga antre gas elpiji di Pangkalan Pelambuan, Banjarmasin.

“Yang mengantar itu warung saja. Saya tidak ingin repot. Satu tabung saya beli Rp 33 ribu terbaru ada Rp 27 ribu per tabung. Dalam sehari kami mengonsumsi tiga tabung. Jadi kalau habis nanti diantar lagi,” ucapnya.

Menurut dia, usahanya masih baru dan kecil, dan belum bisa berganti ke tabung nonsubsidi.

“Kalau diganti bagaimana ini tabung orang semua,” dalihnya.

Adu mulut sempat terjadi antara petugas Bagian Ekonomi Setdako Pemko Banjarmasin, PT Pertamina, dan Richard.

Lily Dwiyanti, Kabag Ekonomi Setdako Banjarmasin pun mewarning jika Richard masih bersikeras tak ingin mengganti tabungnya dengan tabung nonsubsidi, pihaknya berwenang mencabut izin usaha perdagangan.

Lucunya, pengelola rumah makan itu tidak dapat menunjukkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Dia justru menunjukan surat kepengurusan izin bukan SIUP.

“Surat izinnya sudah ada kok. Tapi lagi dibawa oleh pemiliknya,” kilahnya.

Rumah makan yang dikelolanya buka sejak empat bulan lalu.

Omsetnya sehari tak main-main.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved