Breaking News:

Bisnis dan Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Rp 14.915 per Dolar, Impor BBM Picu Defisit Rp 24 Triliun

Pada awal perdagangan, nilai tukar rupiah dibuka melemah pada posisi Rp 14.862 per dolar AS.

Editor: Mustain Khaitami
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

Ia mengatakan penurunan defisit neraca perdagangan yang hanya 1 miliar dolar AS itu, karena masih besarnya defisit sektor migas.

"Sebenarnya nonmigasnya sudah lumayan baik, sudah surplus. Namun defisit migasnya masih agak besar," kata Darmin ketika ditemui di Kompleks Kepresidenan, Senin.

Ia menyebutkan pertemuannya dengan Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja membahas situasi perekonomian terkini.

"Kami melakukan review. Apa yang jalan, apa yang tidak jalan, kemudian apa saja yang harus kita pertimbangkan untuk dipersiapkan," katanya.

Ia juga menyebutkan kebijakan penggunaan biodiesel campuran minyak sawit 20 persen (B20) belum berdampak karena baru berlaku September 2018.

"Belum bisa dihitung di situ, karena itu baru bulan Agustus, angkanya. Artinya, kebijakan kebijakan kita pada dasarnya baru akan kelihatan hasilnya pada September dan akan diumumkan pertengahan Oktober nanti," katanya.

Mengenai defisit transaksi berjalan, Darmin mengatakan hingga semester II 2018 mencapai sekitar 2,6 2,7 persen.

"Nah, kalau dilihat kecenderungan, memang (defisit transaksi berjalan) akan bergerak ke tiga (persen). Namun rasanya akan bergerak ke 2,5 persen pada akhir tahun," katanya. 

Tiongkok Pemasok Impor Terbesar

BADAN Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2018 mengalami defisit 1,02 miliar dolar AS.

"Defisit bulan ini lebih kecil jika dibandingkan bulan lalu yakni sebesar 2,01 miliar dolar AS. Lebih kecil setengahnya," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Senin (17/9).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved