Ensikopedia

30 Prajurit Kopassus Hadapi 3000 Pemberontak Kongo, Kisahnya Melegenda

Tergabung dalam tim Garuda III, Kopassus memiliki misi menghancurkan markas musuh di Kongo, Afrika.

Tayang:
Editor: Mustain Khaitami
Istimewa
Prajurit baret merah Kopassus 

TRIBUNKALTENG.COM - Keahlian menyamar yang sempurna menjadi bekal mumpuni Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam menghancurkan pertahanan musuh. 

Ditopang mental baja tak takut mati, Kopassus bahkan bisa menghancurkan markas pemberontak dengan ribuan prajurit. 

Bukan sekedar nekat, apa yang mereka lakukan penuh perhitungan bahkan begitu lihai melihat peluang. 

Cerita ini dilansir dari pemilik akun Kaskus, Agung Mina.

Baca: Lagi Viral Masuk Pak Ekoo , DJ Kelas Dunia Marshmello Juga Ikutan

Baca: 10 September Mulai Bertolak dari Madinah, Ini Jadwal Kepulangan Jamaah Haji Asal Kalteng

Baca: Biji Alpukat Jangan Dibuang, Ternyata Mengandung Banyak Manfaat dan Mencegah Tumor

Dalam artikel yang ditulisnya berujudul LES SPIRITESSES - Kisah Kontingen Garuda III di Kongo, 1962, menyebutkan kisah rinci ini berdasarkan informasi dari intelijen.

Tahun 1962, saat itu Kopassus terjun menjadi pasukan perdamaian dunia bersama PBB. 

Tergabung dalam tim Garuda III, Kopassus memiliki misi menghancurkan markas musuh di Kongo, Afrika. 

Tugas berat itu menjadi ujian sekaligus titik awal bagaimana Kopassus mencetak sejarah melegenda di PBB.

Peristiwa tersebut terjadi saat anggota Kopassus yang masih bernama RPKAD (Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat), diminta PBB untuk menjaga perdamaian di Kongo, pada 1962.

Kala itu, Kongo tengah dilanda konflik mencekam akibat adanya pemberontak.

x

Akhirnya, Indonesia pun mengirimkan tim terbaik yang dikenal sebagai pasukan Garuda III.

Letjen Kemal Idris lah yang saat itu memimpin Pasukan Garuda III.
Mereka bermarkas di kawasan Albertville.

Selama bertugas di sana, pasukan Garuda III mudah beradaptasi dengan warga setempat.

Para anggota Kopassus kerap berinteraksi hingga mengajarkan cara memasak makanan Indonesia.

Tak heran, warga kerap menaruh kepercayaan tinggi.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved