Ensiklopedia

Diasapi Sampai Kering, Begini Tradisi Mengawetkan Mayat Anggota Suku Terpencil di Papua Ini

Mereka menggunakan metode ini untuk mengawetkan mayat atau biasa dikenal sebagai mumifikasi.

2001.com.ve
Mumi Suku Dani 

Setelahnya baru diletakkan dalam gubuk yang dikenal sebagai honai.

Gubuk ini tak cuma berfungsi sebagai penyimpanan, namun juga tempat untuk melakukan tradisi pengasapan.

Setiap tahunnya, anggota suku yang mendapatkan tugas menjaga mumi, akan diminta untuk mengasapi.

Tujuannya untuk membuat mumi tetap kering dan awet.

Mumi ini biasanya dijaga kerabat dan keturunannya.

Jadi bila penjaganya telah tiada, maka anak si penjaga harus menggantikannya.

Tradisi merawat mumi terus diturunkan.

v
Mumi Suku Dani (Net)

Mereka percaya, jika mumi ini akan membawa berkat bagi suku.

Beruntung kini tradisi mumi sudah tak dijalankan lagi.

Ini terjadi berkat masuknya agama di Papua.

Kini hanya tersisa 6 atau 7 mumi saja, sebagian sudah berusia lebih dari 250 tahun.

c
Mumi suku Dani (necrotravel.files.wordpress.com)

Biasanya dikeluarkan saat hendak melakukan perawatan atau ketika ada wisatawan yang datang berkunjung.

Ingin melihatnya secara langsung?

Siapkan tiket pesawat menuju desa Wogi, Wamena, Papua.
(TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Bukan Dikubur atau Dikremasi, Mayat Anggota Suku Terpencil di Papua Ini Diasapi sampai Kering, http://travel.tribunnews.com/2018/05/07/bukan-dikubur-atau-dikremasi-mayat-anggota-suku-terpencil-di-papua-ini-diasapi-sampai-kering?page=all&_ga=2.127221710.21100440.1525737360-1309110445.1525737360.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved