Saling Ejek, Tawuran Antarsekolah, Siswa SMK Tewas Mengenaskan

"Hasil autopsi ada beberapa luka di tubuh korban dan ada luka yang mematikan di sekitar paha yang memutuskan urat nadi ke jantung."

Editor: Mustain Khaitami
KOMPAS.com/Budiyanto
Jenazah pelajar SMK Lodaya, Rayhan, dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans dari RSUD Syamsudin, Sukabumi, Jawa.Barat, Sabtu (18/11/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM - Seorang pelajar SMK Lodaya bernama Rayhan Jamal Akram (17) akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di RSUD R Syamsudin, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017) sekitar pukul 02.00 WIB.

Siswa kelas 3 jurusan Mesin Otomotif itu dilaporkan menjadi korban bentrokan antar-pelajar dua SMK swasta berbeda, Jumat (17/11/2017) pada pukul 12.00 WIB, di sekitar jembatan Cikukulu, Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

"Dari keterangan saksi, kedua belah pihak pelajar SMK ini awalnya saling ejek. Hingga akhirnya terjadi kejar-mengejar, namun dari korban jumlahnya lebih sedikit," kata Kepala Polsek Cisaat,Kompol Budi Setiana kepada wartawan saat di RSUD Syamsudin, Sabtu siang.

Baca: Rame-rame Tawarkan Promo Akhir Tahun, Yuk Cek Daftar Mobil Baru Berikut

Dia menjelaskan saat terjadi aksi kejar-kejaran itulah pelajar yang akhirnya meninggal dunia ini terjatuh.

Selanjutnya para pelajar SMK swasta yang mengejarnnya langsung mengeroyok korban. Saat itu korban mengalami banyak luka.

"Korban mengalami luka-luka diduga akibat senjata tajam jenis golok," ujar dia.

Oleh sejumlah kawannya, lanjut dia, pelajar yang menderita cedera langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Betha Medika Cisaat.

Baca: Ramalan Zodiak, Peruntungan Scorpio: Hawa Kekacauan Mulai Terasa

Korban sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit swasta tersebut. Namun karena lukanya berat, akhirnya korban dirujuk ke RSUD R Syamsudin dan meninggal Sabtu dinihari.

"Hasil autopsi ada beberapa luka di tubuh korban dan ada luka yang mematikan di sekitar paha yang memutuskan urat nadi ke jantung. Korban meninggal karena kekurangan darah," katanya.

Terkait perkaranya, Budi menjelaskan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti milik korban, dan meminta keterangan saksi.

"Perkaranya masih penyelidikan, dan para pelaku sudah teridentifikasi namun masih perlu pendalaman," ungkap Budi.

Baca: Berondongan Peluru Sempat Hujani Pangdam dan Kapolda Papua

Orangtua korban, Hendri Ristiandi (42) mengungkapkan keluarga sudah pasrah menerima takdir atas meningganya anak pertama dari tiga bersaudara tersebut. Untuk proses perkara, pihak keluarga menyerahkan kepada pihak kepolisian.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved