Kabar Kalsel
VIDEO : Luar Biasa! Kakek 87 Tahun Ini Tetap Mengajar Meski Hanya Guru Honor
Dulu, Pak Isur terkenal dengan sepeda ontelnya. Setiap pagi dia datang ke sekolah dimana jadwalnya dia mengajar.
Penulis: Hanani | Editor: Mustain Khaitami
Karena mengajar adalah panggilan hari nurani, Pa Isur mengaku selama 12 tahun di penjara, di Banjarmasin, tetap mengajar secara sembunyi-sembunyi.
Muridnya, para penghuni rumah tahanan. Saat itu dia mengajar Bahasa Inggris yang dia kuasai secara otodidak, melalui membaca buku-buku pelajaran Bahasa Inggris.
Setelah bebas dari penjara, 1977 dia kembali dibolehkan mengajar. Pada tahun itu, negara dalam kondisi sedang kekurangan guru sehingga lulusan SD pun boleh menjadi guru asalkan kursus.
Pak Isur pun menjadi guru Sekolah Guru Biasa di Kandangan, HSS, kemudian mengajar di SGA dan memimpin 9 Kursus Guru Atas. Juga pernah menjadi dosen diploma hingga dosen IKIP di Hulu Sungai Selatan.
Pada era 80-an Pak Isur kemudian menjadi pengajar di SMPN 1, Jalan Pelajar. Sampai kini dia mengajar 13 jam per minggu di sekolah tersebut. Di MTs dan SMK Ganmesya di jalan Mualimin mengajar 12 jam dan 4 jam per minggu.
Sedangkan di SMK Muda Kreatif di Jalan Kapar menjar 10 jam per minggu. Di SMP dan MTs, Pak Isur mengajar Kesenian, sedangkan di SMK mengajar Bahasa Inggris.
Dia juga sering diminta menjadi pelatih siswa siswi sekolah lain yang mengadapi lomba menyanyi, baik lagu-lagu biasa maupun lagu nasional.
Pernah mengikuti sejumlah penataran Bahasa Inggris di Cimahi dan Bogor, membuatnya punya sahabat di Australia. Bagi dia honor Rp 250 dan Rp 500 ribu per buan dari SMP ditambah honor mengajar di SMK Rp 1 juta per bulan sudah cukup membuat dia dan istrinya merasa kaya.
Prinsip hidup sederhana, gembira dan riang yang dijalani sejak kecil, membuat Pak Isur tak pernah stress memikirkan ‘gaya hidup’ yang menurutnya kadang membuat orang tak ikhlas mengabdi.
Apalagi istrinya, yang meski juga sudah sepuh, namun tetap semangat bekerja sebagai penjahit bajun yang tak pernah sepi order menjahit. Sampai sekarang, guru inspiratif ini tetap kreatif.
Dia menciptakan sejumlah lagi Mars SMK Muda Kreatif dan SMK Ganesya serta Hymne PAUD. ISurpun menyatakan kini hari-harinya juga diisi dengan kegiatan keagamaan dan sering ikut majelis ilmu di masjid-masjid.